DARUBA – Warga desa Sangowo Barat, Kecamatan Morotai Timur, meminta kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pulau Morotai, untuk segera memperbaiki talud penahan ombak yang sudah belasan tahun rusak di desa tersebut.
Dari keterangan Muhdar (60 tahun) warga setempat, bahwa talud penahan ombak desa Sangowo sudah rusak sejak 13 tahun yang lalu. Namun, hingga kini belum juga diperbaiki. Hal ini lantas berdampak pada rumah warga di tepi pantai yang sering dihantam gelombang saat air pasang. Sebagaimana yang terjadi beberapa hari yang lalu.
“Kerusakannya sekitar panjangnya 70 meter,” ungkap Muhdar kepada wartawan, Senin (18/7/2022).
Dikatakan, kerusakan talud tersebut sudah terjadi dua kali dalam 13 tahun terakhir. Disebabkan karena hal yang sama yakni gelombang air pasang.
“Talud ini dibangun sekira tahun 2005/2006, tapi, tahun 2007 rusak dihantam ombak, lalu diperbaiki tahun 2008. Namun pada tahun 2010 kembali rusak lagi,” jelasnya.
“Untuk itu kami sebagai warga desa Sangowo Barat meminta dinas terkait segera perbaiki talud ini,” harap Muhdar.
Menurutnya kalau talud tersebut tidak diperbaiki, maka rumah penduduk di pesisir pantai terancam diterjang ombak dan abrasi pantai.
“Apalagi kayak kemarin itu, hampir-hampir rumah warga di sekitar pesisir pantai disini rusak, akibat dari air pasang dan gelombang tinggi, sebab tidak ada talud penahan ombak sehingga air laut pun mudah sekali sampai dirumah warga. Jadi kalau terus dibiarkan begini dan tidak diperbaiki, maka akan bertambah parah, jika air pasang dan gelombang itu datang lagi,” katanya.
Sementara, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Pulau Morotai, Muhammad Jain A Kadir, saat dikonfirmasi mengatakan belum ada anggaran untuk pembuatan talud tahun ini.
“Jadi tahun ini so tara ada, karena waktu saya masuk di PU paket untuk dibuat talud sudah tidak ada lagi, tapi kami akan coba usulkan tahun depan, dan kalau mau cepat tanggap kerja di tahun ini, maka harus ke BPBD supaya langsung di kerjakan,” singkat M Jain. (fay)

