Tambahan Anggaran WFC Z II 2022 Capai Rp 21,5 Miliar

Pembangunan WFC II

DARUBA – Penambahan anggaran penimbunan laut proyek Water Front City (WFC) zona II tahun 2022 cukup fantastis yakni mencapai Rp 21,5 miliar.

Padahal, pada tahun 2021 lalu, Pemkab Pulau Morotai telah melakukan tender proyek yang sama senilai Rp 5 miliar.

Hal ini berdasarkan hasil yang disampaikan oleh Unit Layanan Pengadaan (ULP) melalui website LPSE Morotai. Dari publikasi ULP itu, terdapat item kegiatan penimbunan laut yang melekat di Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) sudah selesai di tenderkan dengan pagu anggaran menggunakan APBD tahun 2022 senilai  Rp 21,5 miliar.

Sedangkan untuk proyek bernilai puluhan miliar dengan nomor tender 1486477 itu hanya diikuti oleh satu perusahan saja yakni PT. Morotai Bahari Sejahtera. Selain proyek penimbunan WFC desa Daruba, terdapat proyek peningkatan dan pembangunan jalan tanah ke hotmix di kecamatan Morotai Selatan Barat (Morselbar) menggunakan APBD Morotai tahun 2022 yang sudah selesai ditenderkan senilai Rp 16, 2 miliar.

Dari publikasi itu, terdapat tiga perusahan yang mengikuti proses tender di ULP yakni PT Satria Baracuda konstruksi, PT Makmur Jaya dan PT Waagner Biro Indonesia.

Dari tiga perusahan itu, PT Baracuda yang memenangi proses lelang tersebut. Sedangkan, proyek puluhan miliar lainnya masih berstatus sebagai pengumuman pasca kualifikasi.

Kepala ULP Rusdi, ketika dikonfirmasi terkait proyek penimbunan laut Daruba atau penimbunan Water Front City Zona II Daruba, dirinya mengaku bahwa proyek itu sudah selesai ditenderkan. “Iya sudah selesai tender,” akuinya.

Bahkan dirinya juga membenarkan bahwa proyek penimbunan itu hanya satu perusahan yang mengikuti proses lelang di ULP. “Hanya 1 perusahan saja,” singkat Rusdi. (fay)