IMS biasa PJ Bupati disapa menambahkan, pemerintah harus memahami filosofi inflasi, sehingga tidak stagnan dan pasrah terhadap harga pasar yang semakin tinggi tanpa mengetahui akar dari kondisi harga yang semakin membludak.
Tak itu saja, IMS menegaskan, pemerintah harus menginventarisir data petani, kelompok tani, luas lahan, jumlah komoditi yang ditanam, kebutuhan bibit, pupuk dan kebutuhan air sehingga ini menjadi data bagi pemerintah dalam melakukan pengendalian inflasi agar bisa memproduksi hasil pertanian secara mandiri.
IMS memberikan semangat pada pondok pesantren agar tidak perlu khawatir. “ silahkan lakukan penanaman, dan saya akan berdayakan perempuan melalui PKK. Hasil produksi pondok pesantren akan diambil oleh PKK dan akan dijual ke darma wanita dan Dharma wanita akan jual di pasar secara langsung,” tutupnya.
Pengaruh Ponpes Salman Al-Farizi, K.H. Ridwan M. Ilyas M.Si, merespon dan memberikan apresiasi dan menyampaikan ucapan terima kasih Kepada Dinas Pertanian yang telah menjadi garda terdepan dalam membantu pondok pesantren Salman Al-Farizi.
“Ponpes ini sedang melaksanakan beberapa program yang berkaitan dengan upaya ekonomi mandiri dan sejauh ini bidang pertanian, peternakan dan perikanan adalah target kami,” ucap K.H. Ridwan yang juga mantan Bupati Halteng itu .
K.H. Ridwan juga menyampaikan, ponpes akan berusaha menyerap ilmu dan memanfaatkan petani milenial dengan konsep pertanian moderen. “ Dan ponpes juga bisa membantu pemerintah dalam rangka menekan inflasi di daerah kita ini,” tuturnya.
