TERNATE – Tiga mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Unkhair Ternate mengikuti program semester pendek di Prince Songkla University, PSU, Thailand secara online selama dua minggu pada Sabtu (10/09/2022).
Mahasiswa prodi Pendidikan Bahasa Inggris itu masing-masing, Rahmatia, Delia Marshanda dan Ratu Balqis Ibrahim. Ketiganya mengikuti program belajar Thai Language and Culture for Hospitality and Tourism sejak 22 Agustus hingga 11 September 2022.
Awalnya, program ini adalah Students Exchange atau pertukaran pelajar yang diinisiasi oleh Kantor Urusan Internasional ( Unkhair) yang diselenggarakan tiap tahun. Namun baru bisa terwujud dengan menggandeng salah satu Universitas di Thailand.
Seorang tim pengajar dari PSU, Dr. Wathanan Srinin dari Fakultas Studi Internasional PSU Thailand telah menyampaikan materi sosialisasi di Unkhair pada bulan Juni lalu secara online yang dilaksanakan oleh Kantor Urusan Internasional, Unkhair.
Menurut Kepala Kantor Urusan Internasional, Roswita M. Aboe, program students Exchange ini ditawarkan oleh Kantor Urusan Internasional setiap tahunnya kepada Fakultas-fakultas di Unkhair, pada tahun 2019 Unkhair pernah mengirimkan tiga mahasiswa ke Brunei untuk program Global Leadership Summer School (GLSS). “ Berhubung dua tahun sebelumnya pandemic, sehingga baru pada tahun 2022 program exchange dilakukan lagi. Sedangkan target pertukaran mahasiswa kali ini adalah ke Thailand dan kebetulan ditawarkan oleh Prince Songkla University,” jelasnya lagi.
“Tiga mahasiswi yang sementara menempuh studi di semester 3 dan 5 di FKIP ini mengikuti program TCHT karena mendapatkan 6 SKS atau kredit poin yang dapat dialih kreditkan ke Mata Kuliah Cross Culture Understanding, English for Tourism dan Academic Literature,” sambung Roswita.
Kata dia, program ini terfokus pada keterampilan bahasa Thailand, komunikasi lintas budaya, pengelolaan budaya berkelanjutan dalam konteks bisnis perhotelan dan pariwisata. “Belajar Bahasa Thailand dan budayanya tidak hanya menguntungkan bagi mahasiswa yang mengikuti, tetapi menambah wawasan akan budaya lain di Indonesia, semua peserta dari berbagai wilayah di Indonesia tampil dan memberikan materi presentasi terkait budaya dari Rahmatia, Delia dan Ratu Balqis,” jelasnya.
Sementara, koordinator Prodi Bahasa Inggris, Naniek Jusnita, mengatakan, program ini sudah dicanangkan oleh prodi sejak beberapa tahun lalu, dan pada kesempatan ini bisa mengirimkan 3 mahasiswa untuk melaksanakan program mobilisasi antar Negara. “ Walaupun program dilaksanakan secara online tetapi tidak menutup kemungkinan pengembangan kemampuan komunikasi, kemandirian serta kerjasama tim terbangun dalam kegiatan ini. Program ini dengan sendirinya menunjang atau indikator Kinerja Utama Universitas, terutama fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan dan terkhusus lagi Prodi Pendidikan Bahasa Inggris,” katanya.
Menurutnya, Program TCHT diakhiri pada hari Jumat 09 September dimana peserta yang terdiri dari 41 orang dari berbagai universitas di Indonesia diberikan kesempatan untuk terbagi dalam kelompok kecil dan mempresentasikan materi mereka masing-masing terkait pengenalan budaya di wilayah masing-masing.
Ia mengatakan, setelah mendapatkan materi dari kegiatan TCHT, akan ada tindak lanjut penjajakan kerjasama antara Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan dengan Fakultas Studi Internasional PSU Thailand. “Direncanakan pada bulan November 2022, akan berkunjung ke Thailand,” tandasnya.(nas)

