“Menjaga hutan juga bisa menjadi cuan, tidak hanya eksploitasi yang memberi cuan. Oleh karena itu dibutuhkan inovasi dan kreatifitas dari kita untuk membangun keseragaman dan kesepahaman pada mindset kita dalam melakukan sebuah terobosan bahwa Pembangunan itu harus berkeadilan untuk menjaga ekosistem alam dan lingkungan,” jelasnya.
Sementara itu Program Manager Kemitraan Partnership Mochamad Asir Sani turut memberikan apresiasi terhadap inovasi-inovasi yang digagas oleh Pemerintah Kota Tidore Kepulauan, terutama Ngofa Se dano yang dinilai berani membuka ruang diskusi publik mengenai pengadaan.
“isu lingkungan diprediksi menjadi isu global nomor satu pada tahun 2030–2035, sehingga langkah Tidore yang menekankan inovasi dan keberlanjutan sudah berada di jalur yang tepat, Kota Tidore memiliki kemampuan berinovasi yang kuat meskipun berada dalam keterbatasan. semakin terjepit semakin inovatif. Inovasi muncul ketika suatu daerah berada dalam tekanan” Kata Asir Sani
Yasir menegaskan inovasi bukan sekadar kegiatan tahunan, melainkan rutinitas yang harus terus ditingkatkan. Ia mengapresiasi capaian Tidore yang memiliki 227 inovasi dimana jumlah yang sangat tinggi dibanding kapasitas daerah.
Rangkaian kegiatan validasi direncanakan berlangsung selama tiga hari, dari Senin 17 November hingga Rabu 19 November, melalui sesi simulasi, presentasi, serta pengecekan langsung implementasi inovasi di lapangan. Dan rangkaian kegiatan pada hari pertama diawali dengan Pemantauan Studio Inovasi yang dilanjutkan dengan Uji Petik Inovasi Unggulan serta melakukan Tour ke Kelurahan Gurabunga. (hms)
