Jadi SKN ini sebenarnya ada dua hal penting yaitu keahlian dan keterampilan bagi nelayan. Jadi dengan kecakapan itu nelayan juga bisa bekerja sampai luar negeri.
“Dengan adanya keahlian dan keterampilan itu nelayan bisa dikontrak oleh nelayan luar negeri dan sebagainya,” akunya.
Selain itu juga program lain di bidang kelautan dan perikanan adalah adanya Kartu Kusuka, yang tujuannya agar nelayan bisa mendapatkan BBM bersubsidi.
Untuk itu dengan adanya potensi perikanan yang begitu besar, maka Halteng bisa dijadikan sebagai sentral utama pasar perikanan tangkap. “Jadi bukan sentra utama produksi tapi menjadi pasar utama perikanan tangkap,” tandasnya.
Dengan begitu lanjut Ikram potensi perikanan itu bisa didistribusi ke perusahan dengan kualitas ikan yang tinggi. “Dimana hasil tangkapan ikan saat ini mencapai 45 ton perbulan dengan penghasilan 1,5 miliar per bulan. Itu artinya nelayan di Halteng mulai sejahtera,” jelasnya.
Asisten Deputi Pengelolaan Perikanan Tangkap, Menko Marves itu mengaku tahun 2023 dirinya akan memperbanyak bantuan armada tangkap yang lengkap bagi nelayan.
Ikram juga menegaskan agar bantuan itu jangan dijual, jika ketahuan ada yang menjual, maka akan disanksi. “Tahun 2023 kita prioritas bagi nelayan yang sudah memiliki sertifikat kecakapan nelayan termasuk bantuan budidaya perikanan dan pengolahan perikanan,” terangnya.
Sementara itu Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Halteng, Mufti Murhum menjelaskan, bimtek sertifikasi kecakapan nelayan yang diharuskan setiap nelayan termasuk nelayan 5 GT ke bawah harus memiliki sertifikat kecakapan nelayan. “Selama ini di Halteng sertifikat kecakapan nelayan belum dilakukan,” katanya.
“Untuk itu tahun 2023 kita alokasikan anggaran kapasitas nelayan salah satunya di bidang perikanan tangkap itu nelayannya kita adakan bimtek sertifikasi kecakapan nelayan dan memiliki sertifikat, narsum yang kita undang itu dari Pelabuhan Perikanan Nusantara Ternate yang memiliki lembaga sertifikasi kecakapan nelayan dari pemerintah pusat,” akunya.
Pada Bimtek SKN itu para nelayan mendapat materi, diskusi dan praktek penggunaan alat navigasi, penggunaan alat pemadam kebakaran, pelampung dan lainnya. “Jadi nelayan sangat senang karena bisa mendapat pengetahuan dan keterampilan yang selama ini belum mereka dapatkan,” terangnya.Untuk itu Bimtek ini kedepan akan dilaksanakan di wilayah Patani dan Gebe. “Pelatihan untuk perikanan tangkap, budidaya dan pengolahan ini akan terus dilakukan, sehingga selain di wilayah Weda juga akan di lakukan di Patani dan Gebe,” tutupnya. (udy/pn)
