Pasalnya, sejak 2021-2023, penempatan dokter internship di Kota Tidore Kepulauan sebanyak 12 orang, sedangkan tahun 2024 hanya 11 orang, yang seluruhnya hanya bisa ditempatkan di 3 wahana yang berpusat di pulau Tidore, yakni Rumah Sakit Umum Daerah, puskesmas Soasio dan puskesmas Tomalou.
“Sudah 2 tahun terakhir Dinkes mengusulkan penambahan wahana khususnya di 5 puskesmas yang ada di Daratan Oba, namun hingga hari ini belum disetujui, sehingga kedatangan kami untuk mengkonfirmasi hal tersebut,” ungkap Ardian, kepada media ini melalui pesan WhatsApp, Senin, (20/1/25).
Lebih lanjut, Ardian mengaku, Program dokter internship tentu sangat membantu Masyarakat Di Kota Tidore, hanya saja, wahana yang tersedia cuma terdapat 3 wahana, sehingga 12 dokter internship yang ditempatkan di Tidore begitu menumpuk.
Untuk itu, ia berharap ada penambahan wahana di tahun depan agar dokter-dokter internship ini, juga bisa ditempatkan pada 2 atau 3 Puskesmas yang berada di Daratan Oba.
Menyikapi hal itu, Penanggung Jawab Tenaga Kesehatan, Ditjen Nakes, Zakaria, mengatakan bahwa pihaknya selalu berusaha untuk memenuhi kekurangan dan kebutuhan tenaga kesehatan di daerah-daerah. Permintaan daerah jika setelah dilakukan penilaian oleh Kemenkes, kemudian dianggap layak, maka akan ditindaklanjuti.
