Direktur RSD Kota Tidore Kepulauan, dr. Zuhrinah, menyampaikan bahwa penerapan pembayaran digital tidak hanya memberikan kemudahan bagi masyarakat, tetapi juga meningkatkan efisiensi proses administrasi di rumah sakit.
“Transformasi pelayanan tidak hanya dilakukan pada aspek medis, tetapi juga pada sistem administrasi. Kehadiran pembayaran digital melalui QRIS dan kartu debit mempercepat proses transaksi, mengurangi antrean di kasir, meningkatkan keamanan transaksi, serta memberikan kenyamanan bagi pasien dan keluarga selama mendapatkan pelayanan di rumah sakit,” ujarnya.
Sejak diterapkan pada tahun 2024, penggunaan pembayaran digital menunjukkan dampak yang positif dalam praktik pelayanan sehari-hari. Waktu transaksi menjadi lebih singkat, pencatatan pembayaran menjadi lebih akurat, risiko kesalahan pengembalian uang dapat diminimalkan, serta masyarakat memiliki lebih banyak pilihan metode pembayaran sesuai kebutuhan mereka. Pemanfaatan QRIS juga sejalan dengan upaya nasional dalam memperluas ekosistem pembayaran digital di Indonesia.
Seorang keluarga pasien, berinisial SR (38), mengaku sangat terbantu dengan adanya pembayaran menggunakan QRIS.
“Saat mendampingi orang tua yang dirawat, saya tidak perlu keluar rumah sakit untuk mencari ATM. Cukup menggunakan aplikasi mobile banking, pembayaran langsung selesai dalam hitungan detik. Sangat praktis dan membuat kami bisa lebih fokus mendampingi pasien,” tuturnya.
