Tuntas, IMS-ADIL Sambut Kemenangan di Zona III

Jangan berkampanye, naik ke mimbar politik lalu kemudian mengumbar narasi kebencian dan mengusir orang. Apakah kemudian kami ini tidak punya hak menentukan pilihan masa depan kami. Ini kan aneh. “ Narasi yang dibangun harus hal positif. Jangan menghasut, sehingga menimbulkan narasi kejahatan demokrasi. Padahal mereka sendiri yang tidak sadar yang melakukan narasi politik yang negatif,” sentil Haryadi terhadap salah satu kandidat yang mengumbar kebencian saat kampanye.

Pilihan yang jatuh ke IMS-ADIL itu karena dirinya tidak ingin melihat orang tua-tua mereka selalu dimarahi didepan umum, dan menunggu berjam jam-jam di kediaman. “ Itu fakta lima tahun lalu ketika mereka memimpin,” tandasnya.

Makanya memilih IMS-ADIL ini karena ada nilai nilai Fagogoru yang melekat pada IMS dan Adil. “Kami memilih IMS-ADIL ini kok, kami disebut jual daerah. Inikan narasi politik yang sangat aneh,” sesal Hariyadi.

Padahal kehadiran IMS-ADIL menuntaskan gaji PTT, gaji kades, bahkan proyek reklamasi di belakang panggung ini tidak selesai bangun. “ Bayangkan kehadiran IMS-ADIL memberikan insentif ibu hamil, insentif menyusui dan sebagainya. Apakah lima tahun lalu mereka menjabat membuat program itu, kan tidak. Jadi itulah IMS yang begitu dicintai rakyat karena program pro rakyatnya tersebut,” urainya.

“Jadi so butul suda tong pilih IMS-ADIL. IMS-ADIL ini punya program yang baik untuk daerah dan masyarakat,” bebernya lagi.