Tuntaskan Bencana, BPBD Tikep Minta Disiapkan DSP

Ilustrasi

TIDORE – Hilngnya Dana Dukungan atau Dana Siap Pakai (DSP) yang melekat di Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tidore Kepulauan, membuat BPBD sedikit kesulitan dalam menuntaskan persoalan bencana yang dialami masyarakat.

Sehingga BPBD tidak bisa bertindak dengan cepat untuk memberikan bantuan terhadap warga yang mengalami kerusakan rumah akibat angin puting beliung atau dihantam banjir.

“Kalau dulu itu telah disiapakan dana DSP kurang lebih sekitar Rp.700 atau 500 juta, sehingga apabila terjadi kerusakan rumah karena bencana, itu dana tersebut sudah bisa dipakai saat itu juga, tanpa harus menunggu lama, karena kasihan juga mereka yang rumahnya rusak, lalu membutuhkan bantuan dengan cepat, namun kita belum bisa jawab dengan cepat,” tutur Kepala Pelaksana BPBD Kota Tikep, Muhammad Abubakar saat ditemui di ruang kerjanya.

Dana Siap Pakai (DSP) ini, lanjut Muhammad, sangat membantu masyarakat saat mengalami bencana, lagipula ketentuan untuk mengelola DSP ini juga telah dimiliki oleh BPBD Kota Tikep. Sehingga dia berharap pada tahun 2023, DPRD dan TAPD dapat mengaolkasikan Dana Siap Pakai (DSP) senilai Rp.2 Miliar untuk dikelola BPBD.

“Persoalan ini sudah saya sampaikan ke DPRD, karena anggaran DSP ini kalau tidak terpakai atau kelebihan dalam satu tahun, itu sisanya wajib dikembalikan ke kase daerah, namun penting untuk disediakan agar kita dapat berjaga-jaga apabila terjadi bencana,” tandasnya.

Muhammad menambahkan, di tahun 2022 ini, pagu anggaran yang diberikan kepada BPBD Kota Tikep senilai Rp.1.050.000.000 dalam satu tahun, dana ini diperuntuhkan untuk biaya operasional dan kunjungan dalam daerah maupun luar daerah. Beserta dikelola oleh bidang-bidang yang ada di BPBD Kota Tikep beserta tenaga honorer, selain itu, juga dilakukan penataan administarasi perkantoran.

“Kalau berdasarkan kebutuhan yang kami rincikan, itu seharusnya Rp.7 miliar, karena Rp.2 miliar nantinya dibuka untuk Dana Siap Pakai (DSP). Kenapa anggarannya harus besar, karena soal bencana ini kita tidak tau datangnya kapan, makanya kita perlu melakukan kesiapsiagaan mulai dari sisi anggaran,” tambahnya. (ute)