“Kalau Pemprov sudah tanggung sarana prasarana, kami siap menanggung biaya untuk petugas kebersihan, jadi pemprov tugasnya menyiapkan fasilitas, dan kaki siapkan orangnya (Petugas Kebersihan),” tuturnya.
Lebih lanjut, mantan kepala Dinas Pendidikan Kota Tidore ini menegaskan, kalau Pemprov Maluku Utara sudah harus ikhlas membangun Tidore. Tidak perlu pelit dengan alasan tidak bisa menyediakan fasilitas untuk Pemkot Tidore.
“Soal aset (Mobil pengangkut sampah) inikan kalau Pemprov anggarkan langsung untuk Kota Tidore jugakan tidak masalah, hanya saja apakah Pemprov dan DPRD Provinsi mau melakukan itu atau tidak, lagipula soal pembiayaan program di kabupaten kota jugakan punya rekening masing-masing,” tandasnya.
Pewarta : Suratmin Idrus
Editor : Erwin Egga
