TIDORE – Fakultas Bio-Industri Pertanian dan Kehutanan Universitas Brawijaya bersinergi dengan Fakultas Pertanian dan Kehutanan Universitas Nuku (Fapertahut UNNU) dalam rangka riset Konservasi dan Pengembangan demi pelestarian sumberdaya genetik cengkeh di Kota Tidore Kepulauan.
Dekan Fapertahut UNNU, Dr. Nur Azizah HS, SP, M.Si, mengatakan, riset yang dilakukan kali ini masih sebatas pada komuditas cengkeh, sehingga ada beberpa lokus yang akan dikunjungi oleh peneliti dari Universitas Brawijaya.
“Karena riset ini masih difokuskan pada komuditas cengkeh, sehingga kita fokus pada daerah-daerah penghasil cengkeh, seperti Kelurahan Gurabunga, Folarora, Kalodi dan Daerah lainya di Tidore,” ungkapnya.
Ia mengaku, tujuan dari kegiatan tersebut, yakni membangun kolaborasi penelitian yang berkelanjutan dalam pengembangan dan pelestarian komoditas cengkeh melalui integrasi ilmu pengetahuan, teknologi, kearifan lokal, serta penguatan kelembagaan dalam mendukung konservasi sumber daya genetik, peningkatan nilai ekonomi, dan keberlanjutan agribisnis cengkeh.
“Kehadiran peneliti dari Universitas Brawijaya ini, rencananya untuk kedepan akan dibangun kerjasama lintas Fakultas semisal pertukaran Mahasiswa dalam rangka pemguatan ilmu pengetahuan dam tekhnologi di bidang pertanian,” ujarnya.
Ia berharap, kegiatan seperti ini dapat membawa perubahan proses pembelajaran di fakultas pertanian dan kehutanan Universitas Nuku, yang selanjutnya akan berdampak pada kemampuan dan keterampilan lulusan yang dihasilkan. (ute)
