Usul Perkim Rp 20 Miliar saat Penanganan Covid-19

Rapat yang dipimpin oleh Gubernur Malut

SOFIFI – Mengejar target pembangunan perumahan 400 unit, Dinas perumahan dan Permukiman dan Pertanahan (Disperkim) Malut, mengusulkan anggaran senilai Rp 20 miliar di perubahan APBD. Akan tetapi satu sisi saat ini Malut sedang melakukan penanganan Covid-19 yang membutuhkan anggaran lumayan besar.

Kadis Perkim Djafar Ismail dalam rapat dihadapan gubernur  menuturkan, di tahun 2020 Disperkim dialokasikan pembangunan rumah 94 unit dari rencana rapat awal 400 unit, berarti masih kurang 316 unit persiapan pelaksanaan STQ. Karena itu, dalam rangka mencapai 400 unit, Disperkim sudah siapkan lokasi penambahan 316 unit rumah itu diantaranya di lokasi durian 94 unit.

Selain itu, lanjut Djafar, disamping Rusunawa yang lahannya 6 hektar, ada juga Rusunawa yang asetnya sedang diserahterimakan dari Kementerian PUPR ke Pemprov Malut. Sehingga itu juga akan dipergunakan untuk akomodasi sekitar 94 kamar.

Dalam rapat awal persiapan STQ, pihaknya sudah mengidentifikasi hotel, dan penginapan yang ada di Kota Sofifi kurang lebih 400 kamar, bahkan sudah disampaikan saran sejak rapat awal  yaitu perlu keterlibatan perumahan masyarakat sebagai homestay.

Tak hanya itu, harus juga ada dukungan spot-spot ruang terbuka di Guraping. Itu sudah dialokasikan, sekarang dalam proses lelang. Kemudian untuk infrastruktur lainnya juga sementara dalam proses lelang termasuk fasilitas umum perumahan di Durian.

Meski begitu, ada beberapa persiapan pematangan lahan sebagai area parkir. “Itu juga sudah disiapkan lokasi dan di APBD perubahan bisa diakomodasi. Selain itu di samping Rusunawa juga perlu dilakukan pematangannya dan persiapan pembangunan rumah 200 unit lebih, kami untuk mengejar target ketertinggalan 400 unit rumah itu akan usulkan di perubahan kurang lebih 94 unit juga dengan biaya Rp20 miliar, karena ini unsur vital akomodasi dan beberapa program untuk mendukung STQ,” pintanya.

Kata dia, saat ini persiapan infrastruktur sudah dilakukan, bahkan tim dari Kementerian Agama (Kemenag) sudah turun dan memantau spot lokasi yang dijadikan persiapan STQ. (nas)