Volume Gorong-gorong Penyebab Banjir Lima Desa di Morotai

Kepala BPBD Pulau Morotai, Muslim Jumaati

DARUBA – Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pulau Morotai, Muslim Jumaati, menyebutkan dari hasil survei tim BPBD, penyebab banjir di tiga desa di Kecamatan Morotai Timur beberapa waktu yang lalu, disebabkan karena gorong-gorong.

Tiga desa dimaksud adalah desa Sangowo Barat, Sangowo Induk dan Sangowo Timur.

“Sejauh ini kita sudah normalisasi dua sungai di Sangowo, yaitu Sangowo Barat dan Sangowo Timur, yang kemarin kita buat normalisasi di daerah dalam, dan alhamdulilah daerah itu sudah tidak terjangkau banjir, cuma kemarin di Sangowo barat itu kendalanya adalah saluran pembuangan gorong-gorong yang ada di jalan nasional itu terlalu kecil sehingga air meluap,” kata Muslim kepada media ini, Senin (27/6/2022).

Menurutnya, gorong-gorong tersebut seharusnya sudah dirubah menjadi jabatan. Karena ukuran hulu airnya sudah selebar sungai.

“Karena terlalu kecil sehingga deras air sungai itu tidak mampu masuk ke gorong-gorong, jadinya tersumbat dan meluap. Kalau seandainya gorong-gorong itu diubah jadi jembatan, maka itu saya yakin dan percaya air bisa lancar, maka resiko untuk terjadinya banjir agak kecil,” katanya.

Sementara untuk dua desa lainnya yang terdampak banjir di Kecamatan Morotai Selatan yakni desa Sabatai dan Sabalah, penyebabnya menurut Muslim karena pembuatan drainase yang tidak maksimal.

“Di Sabatai itu awalnya sebelum dibuat saluran drainase tidak terjadi banjir, karena banyak tempat serapan. Tapi setelah dibuat drainase, saluran pembuangan air tidak normal disaat hujan, semuanya menyatu di saluran dan saluran tidak bisa mampu menampung sehingga meluap ke jalan dan tergenang ke rumah masyarakat, padahal awalnya dalam lima tahun kebelakang Sabatai tidak pernah banjir,” ujarnya.

Terkait bantuan normalisasi, kata dia, sudah dilakukan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Pulau Morotai sehari setelah banjir.

Sementara untuk BPBD, kata dia tahun ini tidak ada anggaran dari APBD untuk normalisasi sungai. Sehingga pihaknya tengah membuat usulan ke Kementerian melalui DTT.

“Kami dari BPBD sumber dana APBD kan tidak ada, jadi kami mengharapkan dari DTT, kami sudah buat perencanaannya, kalau memang dalam perencanaannya sudah disepakati kegiatan normalisasi maka jalan di tahun ini,” timpal Muslim.

Ia juga menambahkan, dalam sehari dua warga tiga desa yang terdampak banjir di Kecamatan Morotai Timur akan diberikan bantuan beras oleh Pemkab Pulau Morotai. “Beras 1 karung ukuran 25 kg, yang nanti disalurkan melalui Dinas Sosial,” pungkasnya. (fay)