TIDORE – Wakil Gubernur Maluku Utara (Malut) Al Yasin Ali menyebutkan Statemen Walikota Tidore Kepulauan Ali Ibrahim tidak berdasar.
Wakil Gubernur Provinsi Malut, Al Yasin Ali angkat bicara, menurutnya, statemen Walikota Tikep tidak berdasar dan terkesan tendensius. Pasalnya, jika berbicara mengenai fungsi pengawasan terkait dengan pelaksanaan STQ, sudah ia lakukan. Bahkan tidak hanya soal STQ melainkan juga pelaksanaan kegiatan-kegiatan yang bersumber dari APBD/APBN yang terdapat di seluruh Kabupaten/Kota.
Bahkan belum lama ini Wagub Al Yasin Ali juga telah keliling, monitoring dan kunker ke sejumlah Kabupaten/Kota untuk memantau progres pelaksanaan pembangunan yang bersumber dari APBD/APBN.
“Statemen Walikota Tikep ini tidak berdasar dan tendensius, mendiskreditkan saya seolah-olah saya yang paling bertanggung jawab terhadap kurangnya kesiapan pelaksanaan STQ,” ungkapnya. Terkait kebijakan dan keputusan hal-hal yang berhubungan dengan pelaksanaan STQ, kata Wagub itu garis koordinasinya sudah jelas, ada Gubernur, Wakil Gubernur, Sekprov dan kepanitiaan yang memiliki tanggung jawab masing-masing.
Wagub Malut Dinilai Tak Peduli Soal STQ
“Masing-masing memiliki tugas dan tanggung jawab, oleh karena itu, tudingan Walikota Tidore kepada saya bahwa saya tidak peduli terhadap pelaksanaan STQ itu sangat tidak tepat, tidak beralasan,” tambahnya.
Wagub melanjutkan, satu hal yang paling penting adalah sukses suatu ivent nasional membutuhkan, kerjasama semua pihak. Tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah provinsi tetapi juga pemerintah kabupaten dan kota. Terutama Kota Tidore Kepulauan, karena pelaksanaan STQ Nasional berpusat di Sofifi yang notabene adalah wilayah Kota Tidore.
Tapi selama ini, tidak terlihat kerjasama yang riel dalam menyokong sukses pelaksanaan STQ, seolah-olah pelaksanaan STQ ini hanya milik pemerintah provinsi. “Padahal ivent besar ini adalah milik kita semua,” tuturnya.
Oleh karena itu, diperlukan kolaborasi dari seluruh pihak demi suksesnya pelaksanaan STQ. “Jangan lagi saling menyalahkan, tetapi mari kita saling melengkapi dan menyelesaikan kekurangan-kekurangan yang ada, itu lebih bijak ketimbang saling menyalahkan,” harapnya. (ute)

