Wakil Rakyat Ragukan Program Singkong di Pulau Mangoli

Ketua Komisi III DPRD Kepsul M. Natsir Sangadji

SANANA – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kepulauan Sula (Kepsul), meragukan program singkong yang dicanangkan Dinas Pertanian (Distan) setempat. 

Hal ini ditegaskan langsung oleh Ketua Komisi III DPRD Kepsul dari Daerah Pemilihan (Dapil) III Pulau Mangoli M.Natsir Sangadji, Kamis (08/12/2022).

“Program kebun singkong tidak pernah ada kegiatan pelatihan tentang tata cara penanaman singkong, akan tetapi tiba-tiba Dinas Pertanian Kepsul melakukan kegiatan panen raya singkong di desa Mangoli dan desa Waitulia,” katanya.

Pria yang akrab disapa Even ini meragukan program itu yang menjadi lokus, sebab kata dia, sampai sejauh ini, dirinya tidak mengetahui kebun singkong di desa Mangoli dan desa Waitulia Kecamatan Mangoli Tengah, menjadi lokus Distan Kepsul.

“Tiba-tiba Kadistan beserta rombongan melaksanakan panen raya singkong di dua desa tersebut, saya menduga ada sesuatu yang tidak beres,” ungkap Politisi Gerindra itu.

Even menambahkan, pekan ini dirinya akan turun di kedua desa tersebut untuk melihat secara langsung terkait dengan kebun singkong yang menjadi lokus Distan. 

“Dua desa adalah daerah pemilihan saya, jangan sampai masyarakat saya dibodohi,” terangnya. Kata dia, nantinya hadir di desa itu bukan sebagai ketua komisi, melainkan sebagai anggota DPRD dari dapil III.

“Selesai cek di lapangan apabila saya menemukan program itu tidak berdampak pada anggaran, maka saya akan koordinasi dengan komisi II untuk memanggil Kadistan,” sambungnya, mengingat setahu dia, pada 2022 tidak ada perencanaan kebun singkong di desa Mangoli dan desa Waitulia.

Diketahui, Rabu (07/12/2022) Distan Kepsul beserta rombongan melaksanakan kegiatan panen raya Singkong di dua desa dengan luas lahan, yakni panjang 80 meter dengan lebar 12 hingga 14 meter. Benih singkong ini dikembang oleh 10 kelompok tani di desa tersebut. (wat)