TERNATE — Wali Kota Ternate menegaskan bahwa pelantikan para pejabat pimpinan tinggi pratama di lingkungan Pemerintah Kota Ternate pada Kamis (1/10/2026) merupakan bagian dari pemantapan manajemen Aparatur Sipil Negara (ASN). Seluruh proses seleksi dilakukan secara terbuka, transparan, dan kompetitif sesuai rekomendasi Badan Kepegawaian Negara (BKN) melalui aplikasi Integrated Mutasi.
Dalam sambutannya, Wali Kota menekankan bahwa jabatan yang diemban adalah amanah yang menuntut kualitas dan tanggung jawab, bukan sekadar hadiah. Di tengah tantangan ekonomi, perubahan iklim, serta tuntutan era digital, para pejabat diminta bekerja lebih keras, cerdas, efisien, serta mengutamakan kepentingan masyarakat.
Secara khusus, Wali Kota memberikan instruksi dan pesan penekanan kepada sejumlah pejabat yang dilantik dimulai dari Kepala BPKAD Amirudin Abd. Hamid.
Amirudin diminta untuk menjadi manajer keuangan yang handal dengan selalu menjaga arus kas (cash flow) daerah serta bijak menetapkan skala prioritas anggaran. Wali Kota menegaskan agar anggaran diprioritaskan untuk kebersihan, kepentingan pegawai, pendidikan, kesehatan, dan pelayanan masyarakat luas. “Jadi Kepala BPKAD itu tara boleh skakar,” ungkapnya.
Kemudian Moh. Faizal Badaruddin selaku Kepala Dinas Perhubungan diberikan tantangan untuk menata lalu lintas, mengatasi kemacetan, serta mempercantik estetika kota melalui kolaborasi dengan instansi terkait dan kepolisian. Selain itu, ia diminta berkontribusi nyata dalam meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Untuk Hartati Umaterante yang menjabat sebagai Kepala DPMTSP, diminta mempermudah perizinan dan akses pelayanan publik guna menciptakan iklim investasi yang nyaman dan kondusif, sehingga PTSP dapat menjadi barometer pelayanan publik terbaik di Kota Ternate.
Sementara Kepala BPBD Kota Ternate Tony S. Pontih, Wali Kota meningatkan untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan mitigasi bencana, mengingat Kota Ternate merupakan wilayah kepulauan yang sangat rawan terhadap dampak perubahan iklim dan cuaca ekstrem.
Kepada Musli Mohamad sebagai Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Wali Kota mengingatkan status jabatannya yang kini sudah definitif. “Kinerja penanganan sampah dan kebersihan kota harus ditingkatkan secara maksimal melalui program-program inovatif,” terangnya.
Untuk Chaerul Saleh Arief, sebagai Kepala Dinas Koperasi dan UMKM, Wali Kota meminta difokuskan untuk memperkuat sektor UMKM, menjaga stabilitas harga bahan pokok, serta mendukung Ternate sebagai kota jasa.
Surahman Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan diminta untuk mengawal potensi kelautan dan perikanan Ternate sebagai kota pulau, serta memperkuat pemberdayaan pesisir dalam menyongsong regulasi terkait daerah kepulauan. Untuk Ridwan Ali Kepala Dinas Pendidikan diminta membawa nuansa baru di dunia pendidikan, melintas dan membasmi segala bentuk pungutan liar (pungli) di sekolah, serta aktif turun ke lapangan demi menjamin pendidikan yang berkualitas dan berkeadilan.
Naim Safar Kepala Dinas Pemadam Kebakaran diinstruksikan untuk selalu siaga penuh dalam menghadapi potensi bahaya kebakaran dan bencana, serta terus berupaya mengoptimalkan armada dan sarana pendukung yang ada. “Kita tahu yang terkendala di Damkar sekarang itu armada. Insya Allah kedepan nanti akan kita tambah armada,” terangnya.
Sedangkan untuk Imran Basalem dan Fachrudin yang kini menjabat Staf Ahli dan Asisten, Wali Kota meminta para Staf Ahli dan Asisten untuk mengoptimalkan pengalaman dan kemampuan mereka dalam memberikan dukungan (supporting system) serta masukan strategis kepada Wali Kota, Wakil Wali Kota, dan Sekretaris Daerah demi kelancaran eksekusi kebijakan pembangunan.
Menutup arahannya, Wali Kota mengingatkan seluruh ASN bahwa kesuksesan pemerintah kota tidak ditentukan oleh kerja individu (superman), melainkan kerja sama tim (superteam). Wali Kota mengajak seluruh pejabat untuk optimis, menjaga integritas, dan terus berinovasi demi mewujudkan Kota Ternate yang lebih baik, mandiri, dan berkeadilan.*
Editor : Hasim Ilyas
