Notice: Function register_uninstall_hook was called incorrectly. Only a static class method or function can be used in an uninstall hook. Please see Debugging in WordPress for more information. (This message was added in version 3.1.0.) in /home/fajarmal/public_html/wp-includes/functions.php on line 6131
Wali Kota Harap Pagar Horti Jadi Program Pemkot - FajarMalut.com

Wali Kota Harap Pagar Horti Jadi Program Pemkot

TERNATE — Pengembangan Agrowisata Hortikultura (Pagar Horti) yang menjadi salah satu proyek perubahan dari Sofyan Abbas salah satu peserta Pelatihan Kepemimpinan Administrator (PKA) Angkatan Ke-VII tahun 2023 di Ambon. Diharapkan menjadi salah satu program inovasi dari Pemkot Ternate, hal ini ditegaskan Wali Kota saat melakukan launching implementasi aksi perubahan Pagar Horti yang dipuastkan di kawasan Agrowisata Kelurahan Loto.

Selain melakukan launching pada kesempatan itu Wali Kota Ternate M. Tauhid Soleman juga menandatangani Peraturan Wali Kota tentangan Pengembangan Agrowisata Hortikultura. Dalam launching tersebut dihadiri Kepala BPS, Perwakilan BMKG Stasiun Sultan Babullah Ternate, Dekan Fakultas Pertanian Unkhair, pimpinan OPD, Gapoktan dan para petani. 

Project Leader Sofyan Abbas mengatakan, pengembangan agrowisata di Kelurahan Loto, yang memanfaatkan potensi Pertanian dengan melibatkan petani dapat berfungsi sebagai pemberdayaan masyarakat berbasis pariwisata (community based tourism).

Menurutnya, agrowisata yang mengikutsertakan peran dan aspirasi masyarakat ini selaras dengan pendayagunaan potensi sumber daya alam dan sumber daya dimiliki. 

“Bagaimana masyarakat ini bisa dibina secara berkesinambungan, agar potensı yang dimiliki dapat digali secara optimal, sehingga dapat memberikan hasil maksimal bagi petani, masyarakat, pengusaha dan menjadi sumber pendapatan yang dapat diandalkan,” tuturnya.

Dikatakannya, manfaat pengembangan agrowisata yang diperoleh yakni meningkatkan nilai estetika dan keindahan alam, memberikan nilai rekreasi dan edukasi, meningkatkan kegiatan ilmiah dan pengembangan ilmu pengetahuan.

“Serta mengembangkan ekonomi masyarakat sekitar, meningkatkan konservasi lingkungan, dan meningkatkan sumber daya genetik populasi tanaman local,” jelas, Sekretaris Dinas Pertanian Kota Ternate.

Kepala Dinas Pertanian Kota Ternate Thamrin Marsaoly menyebut, kawasan Agrowisata Andalan Loto ini baru pertama di Kota Ternate, yang punya potensi untuk dikembangkan hanya saja pihaknya terkendala lahan, sebab kata dia, pengembangan sektor Pertanian sendiri membutuhkan lahan yang cukup besar. Lanjut Thamrin, pengembangan sektor Pertanian khususnya agrowisata ini juga harus membutuhkan kolaborasi dari berbagai stakeholder terkait baik PUPR, Dinas Pariwisata, BMKG dan BPS karena pihaknya tidak bisa berdiri sendiri. 

“Karena Pertanian bukan saja berbicara pada konteks menjaga ketersediaan pangan, tetapi harus dijaga mutu dan kualitas pangan itu. Dan selama ini pangan Hortikultura ini di pasok, maka orang tidak lagi mengidentik pasokan dari Manado, karena pasokan pangan (Tomat) Kota Ternate capai 11 persen dari luas wilayah daratan hanya 2 persen,”ungkapnya.

Sementara, Wali Kota Ternate M. Tauhid Soleman dalam sambutannya menyampaikan, hortikultura saat ini sangat penting menjadi ketahanan pangan di Kota Ternate. Sehingga dalam waktu dekat juga pihaknya akan melakukan Kerjasama Antar Daerah (KAD). Salahnya dengan Kabupaten Bima yang merupakan salah satu daerah produksi atau penghasil bawang merah dan putih.

“Dan pada saat lalu juga, kita dilakukan evaluasi oleh Mendagri terkait dengan inflasi daerah. Walaupun inflasi kita masih berada diangka 3 persen, tapi itu menunjukkan ada peningkatan inflasi, yang menjadi penopang naiknya inflasi itu salah satunya adalah beras. Dan repotnya beras ini bukan dari Ternate yang produksi itulah yang sulit,” ungkapnya.

Menurut dia, berbicara Hortikultura harusnya ada keunggulan pangan lokal yang harus dikedepankan, salah satunya tanaman ubi-ubian. Namun yang menyulitkan itu karena beras sudah menjadi kebutuhan pokok orang Maluku dan Maluku Utara.

“Sehingga apakah kita harus menghadapi  masalah seperti ini terus, dan tidak ada daya serta upaya untuk keluar dari permasalahan inflasi. Maka kita harus menyeimbangi itu, karena Kota Ternate tidak memiliki sumber daya mineral, maka Hortikultura yang harus kita kembangkan,” ucapnya. 

Wali Kota juga berharap, agar terus mendorong wisata berbasis agro agar bisa menguntungkan baik dari sisi pariwisata dan menguntungkan bagi para petani. 

“Jadi ada keuntungan juga bagi petani, karena bisa saja sebagai pelaku petani dan bisa saja pelaku wisata yang memang harus berbasis masyarakat. Sehingga mudah-mudahan Aksi Perubahan Pengembangan Agrowisata Hortikultura (Pagar Horti) ini menjadi terobosan penting dan akan menjadi inovasi Pemkot Ternate bukan saja inovasi Dinas Pertanian,” tegasnya.*
Editor : Hasim Ilyas

Berita Terkait