Mansyur juga mengajak seluruh elemen pemuda untuk berkolaborasi aktif dalam upaya pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak melalui edukasi yang dimulai dari lingkungan sekolah.
“Pemuda memiliki tanggung jawab sosial untuk hadir memberikan pemahaman kepada generasi muda mengenai pentingnya pendidikan inklusif dan budaya anti-kekerasan, maka dari itu kita semua harus berkolaborasi, selepas dari musyawarah ini, pergilah ke sekolah-sekolah untuk memberikan edukasi agar mereka mendapat pendidikan inklusif dan pendidikan yang anti-kekerasan,” kata Mansyur.
Sementara, Koordinator IPMS Ilyas dalam sambutannya mengatakan, Musyawarah ini bukan sekedar menggugurkan kewajiban administratif organisasi, melainkan sebuah bentuk kesetiaan kita terhadap cita-cita besar yang dibawa oleh pemuda/i.
“Musyawarah besar 1 Ikatan Pemuda Mahasiswa Selawaring tahun 2026 ini berangkat dari sebuah kesadaran kolektif bahwa organisasi adalah organisme yang hidup, agar tetap hidup, ia harus bernapas melalui evaluasi dan bergerak melalui inovasi,” tuturnya.
