“Melalui momentum peresmian PLUT-KUMKM ini, saya mengajak kita semua, terutama Dinas Perindagkop dan UKM, Pengelola PLUT, Konsultan PLUT sebagai pendamping UMKM, Organisasi Gerakan Ekonomi Kreatif dan para pelaku UMKM berbagai sektor untuk bersama-sama memanfaatkan keberadaan Gedung PLUT dan sarana prasarana yang telah tersedia ini secara maksimal,” Ajak Ali Ibrahim.
Sementara, Kepala Dinas Perindagkop dan UKM Kota Tidore Kepulauan Selvia M. Nur dalam laporannya mengatakan, Pusat layanan usaha terpadu adalah salah satu program kementerian koperasi dan UKM RI yang telah dijalankan sejak Tahun 2014 untuk mendorong UMKM naik kelas dalam bentuk pemberian jasa pelayanan yang komprehensif dan terpadu bagi pengembangan usaha, sekalipun program ini diinisiasi oleh Kementerian Koperasi dan UKM RI tetapi peran pendirian dan pengembangannya diserahkan kepada daerah dengan otonomi yang lebih luas.
Selvia menambahkan, PLUT berfungsi sebagai garis terdepan dalam memberikan layanan sekaligus memfasilitasi terlaksananya program pendampingan oleh para konsultan pendamping dengan tujuan meningkatkan kualitas kelembagaan Koperasi dan UMKM.
:eningkatkan produksi dan produktivitas usaha Koperasi dan UMKM serta meningkatkan akses jangkauan pemasaran produk UMKM. “Saat ini jumlah UMKM sebanyak 8.108 pelaku dengan jumlah anggota koperasi 7.149 orang dari 99 koperasi aktif yang tersebar di delapan kecamatan di Kota Tidore yang menjadi binaan PLUT-KUMKM, di gedung PLUT ini juga disediakan produk unggulan dari pelaku usaha yang ada di Kota Tidore,” kata Selvia.
Pewarta : Humas Pemkot Tidore
Editor : Erwin Egga
