Sehingga menjadi tugas bersama pemerintah daerah, dengan masyarakat dan semua pihak untuk terus melakukan upaya-upaya mengembangkan nilai-nilai lokal yang dimiliki agar tidak tergantikan oleh nilai-nilai baru yang tidak sesuai dengan karakter kehidupan masyarakat Tidore.
Ali Ibrahim berharap, dengan adanya festival ini mampu menjadi bagian penting kebangkitan pariwisata dan pasar ekonomi kreatif serta kearifan lokal di Kota Tidore Kepulauan, khususnya di Kecamatan Oba Utara, terpusat di Desa Garojou.
“Mari kita perkokoh semangat Toma Loa Se Banari diantara seluruh komponen masyarakat Kota Tidore Kepulauan. Insya Allah, jika kita bersatu, bekerja sama, dan bergotong royong, semua permasalahan di kota ini akan dapat kita selesaikan bersama-sama. Seperti dengan siklus perekonomian saat ini, hadirnya pameran UMKM dalam festival To Ado Re akan menjadi solusi perputaran ekonomi yang baik di Kecamatan Oba Utara, Kota Tidore Kepulauan,” ungkap Capt. Ali Ibrahim.
Dalam sambutannya, Wali Kota, Capt. H. Ali Ibrahim juga menyampaikan penghargaan dan ucapan terima kasih kepada Universitas Khairun Fakultas Ekonomi dan Bisnis yang telah bersama-sama masyarakat Desa Garojou ikut mempromosikan dan mengembangkan produk UMKM melalui kegiatan festival To Ado Re.
“Kami berharap, kerjasama antara Universitas Khairun, sebagai salah satu Universitas terkemuka di Maluku Utara bersama perguruan tinggi lainnya dengan Pemerintah Kota Tidore Kepulauan terus terjalin dengan baik, dalam upaya menjaga dan melestarikan kearifan lokal terus berlanjut di masa-masa mendatang,” cetusnya.
Di akhir sambutannya, Walikota mengatakan, Festival To Ado Re, semakin mempererat rasa kebersamaan dan kerjasama diantara kita, sebagai satu kesatuan dalam ikatan kekeluargaan. Juga menjadi awal yang baik untuk membangkitkan pariwisata, ekonomi kreatif dan kearifan lokal di kawasan daratan Oba tercinta sebagai bagian dari Kota Tidore Kepulauan.
Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unkhair Muksin Bailusy, dalam laporannya menyampaikan kegiatan ini merupakan salah satu program Fakultas Ekonomi dan Bisnis yaitu program Bina Desa/Proyek Desa yang dikombinasikan dengan program Merdeka Belajar-Kampus Merdeka (MBKM).
“ini merupakan program tahunan, agar mahasiswa bisa bersilaturahmi dan mengabdi di masyarakat, sehingga kami dapat mengidentifikasi potensi, kreativitas dari desa khususnya di daratan Oba,” kata Muhsin.
