Warga Bakun Pantai Boikot PT.TUB

Salah Satu Pos di Areal PT TUB di Bakar Masyarakat saat di gelar Aksi Boikot

JAILOLO – Warga Desa Bakun Pantai Kecamatan Loloda Tengah, Halmahera Barat, Senin (19/07) memboikot aktivitas PT. Tri Usaha Baru (TUB). Mereka menilai, hasil produksi yang diambil oleh perusahaan itu  tidak berdampak pada warga lingkar tambang, tapi justru sebaliknya.

“Ini kami lakukan karena selama ini tuntutan yang sudah melalui kesepakatan bersama sampai hari ini tidak diindahkan warga di desa lingkar tambang, termasuk desa kami di Bakun Pantai,” jelas Kades Bakun Pantai, Maklon Saruni, Senin (20/7/2021) kemarin.

Satu persoalan yang menjadi tuntutan adalah seperti tambatan perahu (pelabuhan), rusak disebabkan karena aktivitas alat berat tambang dan ganti rugi lahan. Mereka meminta PT. TUB segera dapat memperbaiki.“Jika selama tuntutan kami tidak di respon, maka palang atau boikot tidak akan dibuka,” tegasnya.

Camat Loteng Fabianus Atajalim kepada wartawan  menjelaskan, aksi warga itu disebabkan karena mereka resah terhadap aktivitas PT. TUB, termasuk penyelesaian pembayaran tanaman warga yang sudah digusur. Ditambah lagi, soal pelabuhan yang rusak karena operasi tambang PT. TUB. “Selain itu, operasi tambang telah berdampak buruk pada tanaman warga sekitar, seperti pala maupun kelapa telah mati.

Mantan Kabid di Dinas Nakertrans Halbar mengatakan, dalam waktu dekat, pihaknya segera mengirim surat ke PT. TUB menindaklanjuti tuntutan warga Bakun Pantai. “Dalam waktu dekat pihak kecamatan Loteng akan segera menyurati ke PT. TUB bicarakan terkait masalah ini,” ujarnya. (Ais)