Warga Halbar Tewas Diterkam Buaya

Warga Halbar yang tewas di terkam buaya

JAILOLO – Peristiwa buaya menerkam warga kembali terjadi di Kabupaten Halmahera Barat, Rabu (18/01/2023). Kali ini korbannya adalah warga Dusun Tofu, Desa Tuguraci, Kecamatan Jailolo Selatan bernama Randito Saraming (27).

Kejadian terjadi di Desa Gam Kecamatan Jailolo Selatan tepatnya di depan pelabuhan Ferry. Meski sempat dirujuk ke RSUD Jailolo, nyawa Randito tidak tertolong.

Awalnya, korban bersama tiga rekan lainya berangkat dari Dusun Tofu Desa Tuguraci menuju pantai Desa Sidangoli Gam menggunakan dua unit bodi atau perahu untuk memanah ikan.

“Sekitar pukul 21.00 Wit mereka bertiga bersama korban berangkat dari Dusun Tofu Desa Tuguraci menuju ke pantai Desa Sidangoli Gam dengan menggunakan 2 unit perahu/body mesin 40 Pk.  Masing – masing perahu 2 orang dengan tujuan untuk mencari ikan menggunakan alat panah (Jubi),” tutur Kasi Humas Polres Halbar Yurherson Dodowar dalam rilisnya kepada, Fajar Malut, Kamis (19/1/2023)

Juru bicara Polres Halbar mengemukakan, korban dan tiga temannya menyelam dan asik memanah ikan, tiba-tiba datang seekor buaya dengan panjang kisaran 4 meter menghampiri mereka langsung menggigit Randito (korban) dibagian dada sebelah kiri dan punggung belakang hingga mengalami luka sobek dan bocor pada tubuh korban.

“Pada saat mereka berempat (saksi dan korban) sedang berada di dalam air laut tiba-tiba muncul seekor buaya yang diperkirakan berukuran sekitar 4 meter datang dan menghampiri mereka kemudian menggigit salah satu dari mereka yaitu Sdr. Randito Saraminag (korban) tepatnya pada bagian dada sebelah kiri korban dan punggung belakang, sehingga membuat tubuh korban mengalami luka robek dan luka bocor,” ungkap Kasi Humas berdasarkan keterangan saksi.

Dalam kondisi tersebut, ketiga rekan korban diketahui bernama Rido Saraminang yang merupakan adik korban bersama Feri pimpin dan Jilman Mandak berupaya melakukan pertolongan terhadap korban yang pada saat itu diterkam buaya dalam dasar laut.

Upaya tersebut berkisar 15 menit kemudian, berhasil mengevakuasi korban dari dasar laut menggunakan tali.

“Ketiga saksi berupaya melakukan pertolongan terhadap korban yang saat itu masih diterkam buaya dengan cara menahan korban di dalam dasar laut, namun karena kekuatan buaya melebihi dari mereka bertiga sehingga kedua saksi naik ke perahu untuk menarik tali (tali jangkar) yang saat itu terikat/tersambung langsung di pinggang dari korban, sedangkan salah satu saksi bertugas untuk memantau pergerakan buaya dari dalam laut,” turutnya mengutip cerita saksi.

Usai mengevakuasi korban, para saksi teriak minta tolong. Warga setempat pun juga berdesak turun membantu dan langsung melarikan korban ke Puskesmas Sidangoli. Namun luka yang dialami oleh korban cukup serius hingga dirujuk ke RSUD Jailolo. Namun, usai mendapat perawatan medis di RSUD Jailolo, korban dikabarkan meninggal dunia. (ais)