Warga Kesal Kondisi Jalan di Morselbar

Kondisi jalan Morselbar yang sudah potong karena rusak parah

DARUBA – Warga Kecamatan Morotai Selatan Barat (Morselbar) mulai dibuat kesal dengan kondisi jalan nasional di wilayah mereka yang sudah dibongkar namun belum juga di hotmix.

Padahal, jalan yang biasa mereka gunakan sebagai akses utama ke Kota Daruba, sudah di bongkar sejak Oktober 2022. 

Akri (39) warga desa Usbar Pantai, mengaku kesal dengan kondisi jalan yang kerap mengeluarkan debu saat musim panas dan becek saat musim hujan. 

“Di desa Waringin itu sekitar 1 km jalan yang dibongkar tapi belum aspal, kalau di desa Ngele-Ngele Kecil itu hampir 3 km yang dibongkar belum aspal, disitu yang kalau hujan jalannya licin, kalau panas debu minta ampun,” kesalnya. 

Selain itu, Rijal (25) warga lainnya juga mengeluhkan hal yang sama. Menurutnya, yang paling disesalkan sebagian besar jalan aspal yang rusak sudah dipotong, tapi belum juga di tampal, sehingga membuat kendaraan sangat kesulitan melaju. 

“Biasanya kalau dari Usbar sampai Kota Daruba itu hanya 40 menit, tapi sekarang perjalanannya lebih dari 1 jam, karena banyak jalan yang dong so potong-potong belum tampal, jadi motor tara bisa laju, jadi meresahkan sekali jalan ini,” geram Rijal. 

Sudah begitu, menurutnya, banyak material batu dan tanah yang berhamburan di jalan akibat dari aktifitas mobil proyek yang mengangkut matrial. “Jadi jalan Morselbar rawan kecelakaan,” katanya. 

Pantauan Fajar Malut, dari Kota Daruba, Kecamatan Morsel sampai dengan desa Tilei, Kecamatan Morselbar ada sebanyak 176 lubang aspal yang dipotong, dengan panjang bervariasi mulai dari 1 meter hingga 50 meter, sampai dengan 100 meter. Dari keterangan warga Morselbar, jalan tersebut mulai dipotong sejak Agustus, Oktober, dan November 2022. 

Sementara jalan yang sudah dibongkar total, masih kurang lebih 4 km yang belum di Hotmix.  Untuk desa Cucumare yang kurang lebih 3 km dibongkar total, separuh badan jalannya sudah di hotmix, tapi separuhnya kurang lebih 1 km belum di hotmix. 

Selain Morselbar, jalan nasional di wilayah Kecamatan Morotai Selatan yang mengarah ke Kecamatan Morselbar pun sebagian belum di hotmix walau sudah dipotong bahkan ada yang sudah dibongkar total. Seperti dikawasan Lemonade desa Gotalamo maupun di desa Aha. 

Koordinator Balai Pembangunan Jalan Nasional (BPJN) Maluku Utara, Andika, ketika dikonfirmasi mengaku ada sedikit kendala pada pengangkutan aspal karena kondisi cuaca yang buruk beberapa waktu lalu. sehingga proses pengaspalan jalan di wilayah Morselbar sedikit terlambat. 

“Kendala distributor di Galela (Kabupaten Halmahera Utara) kehabisan stok, karena cuaca buruk kemarin-kemarin, sehingga suplai aspal dan material dari palu terhambat,” jelasnya. 

Namun, menurutnya, jalan di Morselbar dalam waktu dekat sudah akan segera di Hotmix.  “Ada tunggu aspal dari Manado besok malam masuk 2000 drum, jadi selesai bongkar langsung lanjut pengaspalan arah Wayabula,” katanya. (fay)