Apalagi, kata dia, harga yang dijual jauh lebih murah dibanding dengan harga di pasar saat ini. “Beras 5 kg kalau di pasar Rp 115 -120 ribu, tapi disini hanya Rp 50 ribu. Ini murah sekali,” akui Aini.
Saiba (58) warga lainnya juga berharap, kegiatan seperti ini harus sering dilakukan oleh Pemerintah. Mengingat, harga barang di pasar belakangan ini terus naik. “Kalau boleh si setiap bulan harus ada pasar murah seperti ini. Kalau begini kan sangat membantu kami masyarakat kecil,” ujar Saiba.
Terpisah, Kepala Bidang Pangan dan Distribusi, Dinas Pangan Provinsi Maluku Utara, Boy Sillia, mengatakan gerakan pangan murah ini dalam rangka stabilisasi pasokan dan harga barang khususnya Sembako. “Ini juga bagian dari upaya pengendalian inflasi,” terang Boy.
Lanjut dia, ada beberapa jenis barang yang dijual, diantaranya beras, minyak goreng, gula, bawang putih, bawang merah dan cabai keriting.
“Beras itu 1,5 ton, bawang merah 100 kg terus bawang putih 100 kg. Yang jelas semuanya itu dijual dengan harga terjangkau dibawah harga pasar,” katanya. Dikatakan, alasan Morotai dipilih untuk kegiatan pangan murah, karena untuk pengambangan daerah perbatasan.
“Itu yang diarahkan oleh BPN, agar terjangkau akses pangannya. Dan ini baru pertama kali di Morotai,” ungkapnya. “Untuk di daerah lain pasti kita akan laksanakan, apalagi sekarang inflasi kita lagi tinggi di Maluku Utara,” tuntas Boy.
