Warga Muhajirin Baru di Morotai Kesulitan Jaringan Seluler

Tidak ada jaringan seluler (Ilustrasi)

DARUBA – Kurang lebih 100 Kepala keluarga (KK) di RT 05, Desa Muhajirin, Kecamatan Morotai Selatan, atau yang lebih dikenal dengan kawasan Muhajirin Baru, hingga kini belum tersentuh jaringan internet. Bahkan untuk jaringan telepon pun sering lelet. 

Padahal letak kawasan itu  hanya berjarak 800 meter dari pusat pemerintahan atau Kantor Bupati Kabupaten Pulau Morotai. Disamping itu, Muhajirin Baru juga masuk dalam wilayah ibu Kota Kabupaten, Daruba, karena bagian dari desa Muhajirin, walau jaraknya lebih dari 2 KM dari pusat kota. 

“RT 05 ini sudah dibentuk kurang lebih 8 tahun, tapi sampai sekarang belum ada jaringan, kalau mau telepon, torang harus cari-cari sinyal karena sering hilang. Apalagi internet itu tidak ada sama sekali, kecuali pakai Wifi,” ungkap Sjam salah satu warga Muhajirin Baru, Senin (17/10/2022). 

Menurutnya, sekitar 4 bulan yang lalu, ada tim dari Telkomsel sudah turun ke Muhajirin Baru untuk mengecek lokasi pembangunan tower. Hanya saja, proses pembangunannya hingga kini belum diketahui kapan dilakukan. 

“Dari desa sudah kasih hibah lahan untuk bangun tower, tapi sampai sekarang tidak tahu tindak lanjutnya bagaimana,” katanya. 

Ia berharap, agar pemasangan tower untuk jaringan telepon dan internet bisa secepatnya dibangun. Apalagi, jumlah warga di RT 05 Muhajirin Baru makin hari makin bertambah.

“Yang kita heran ini, kawasan Muhajirin baru ini kan strategis karena masuk kawasan pemerintahan, ada Kodim yang sementara dibangun, kantor BPJS, kantor Kemenag, ditambah kantor Bupati, masa jaringan buat telepon saja susah, ini kan aneh,” kesal Sjam. 

Namun, ia mengaku tak heran dengan kondisi jaringan di Muhajirin Baru, karena hingga kini jaringan telepon maupun internet di kantor Bupati juga tidak normal. 

“Di kantor Bupati saja tidak normal, apalagi kita disini. Itulah pemerintahan kita hari ini, hal-hal kecil semacam ini tidak bisa diselesaikan,” cetus Sjam. (fay)