Masyarakat juga diimbau menggunakan masker saat berada di luar ruangan, mengurangi aktivitas di luar rumah apabila asap semakin pekat, serta segera mencari pertolongan medis apabila mengalami keluhan seperti sesak napas, batuk berkepanjangan, atau iritasi pada mata.
Muhammad Abubakar menjelaskan, BPBD Kota Tidore Kepulauan telah menerima informasi dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melalui Direktur Kedaruratan terkait kesiapsiagaan dan langkah pencegahan dampak kebakaran hutan dan lahan.
Informasi tersebut menjadi perhatian pemerintah daerah karena dampak karhutla tidak hanya berkaitan dengan kerusakan lingkungan, tetapi juga berpotensi memengaruhi kesehatan masyarakat dan kelancaran aktivitas sehari-hari.
Menindaklanjuti arahan dan informasi tersebut, BPBD Kota Tidore Kepulauan akan memperkuat koordinasi dengan sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD), terutama Dinas Kesehatan dan Dinas Sosial, guna menyiapkan langkah penanganan sesuai perkembangan kondisi di lapangan.
Koordinasi lintas sektor tersebut direncanakan untuk membahas berbagai kebutuhan penanganan, termasuk langkah perlindungan kesehatan masyarakat, kesiapan bantuan sosial, serta kemungkinan penetapan status tanggap darurat apabila kondisi memenuhi persyaratan sesuai ketentuan yang berlaku.