“Sempat dusu (Kejar) cuma dia bawa motor laju (cepat), Kong (sehingga) tra riki, (tak terkejar),” Ujarnya Mawar mengaku, kejadian serupa juga pernah dialami temannya, namun temannya hanya dibuntuti dan belum sempat menjadi korban tindakan pelecehan.
“Kejadian serupa juga dialami teman saya beberapa hari sebelumnya, itu terjadi sekitar jam 11 malam di dekat bundaran 99 Galala, dia diikuti dua orang pria usia sekitar 17-19 tahun, karena teman takut dia lalu gas motor dan masuk indomaret di kelurahan Sofifi,” tuturnya.
“Karena saat itu dia singgah di Indomaret, kedua pria itu tak lagi mengikuti dan banyak orang juga jadi mereka langsung pergi,” Sambung mawar.
Dari kejadian tersebut, mawar berharap pihak keamanan dapat bertindak agar tidak ada lagi korban berikutnya, selain itu pemerintah Daerah Provinsi Maluku Utara maupun Kota Tidore agar dapat memasang lampu penerang jalan.
Pasalnya, sebagai pusat Ibu Kota Provinsi Maluku Utara, sofifi sudah harus jauh lebih terang, agar jauh dari aksi pelecehan seksual terhadap perempuan.
“Pemerintah tolong pasang lampu jalan di beberapa tempat jalan 40 karena kondisi sudah sunyi ditambah galap, takutnya jangan sampai ada korban perempuan lain, Pak Polisi juga tolong lakukan patroli disitu,” harapnya.(**)