“Ibadah Oikumene juga diharapkan mampu menjadi penengah, mengatasi diskriminasi, dan juga memfasilitasi integrasi di tengah keberagaman,” tuturnya.
Orang nomor dua di Kota Tidore itu melanjutkan, untuk menambah rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa yang telah mempertemukkan secara utuh seluruh anggota Foko, merupakan sebuah wujud untuk mengeratkan persaudaraan dan persekutuan di antara umat Kristiani untuk terus berjalan bersama sebagai saudara di Kecamatan Oba ini.
Oleh karena itu, melalui persaudaraan persekutuan yang terus dibangun, diharapkan dapat menular dalam persaudaraan kepada Siapapun, tanpa memandang perbedaaan latar belakang, agama, suku dan lain sebagainya.
“Mari kita bersama-sama, menjaga keharmonisan dengan sesama umat beragama agar Kota Tidore Kepulauan akan selalu menjadi tempat yang aman dan nyaman bagi siapa saja,” tukasnya.
Muhammad Sinen menambahkan, menghadapi pesta demokrasi yang akan berlangsung tahun 2024, ia berharap masyarakat juga dapat persatuan dan kesatuan. Jangan terpancing dengan berbagai informasi yang tak bertanggung jawab yang akan memecah belah persaudaraan di tengah-tengah Masyarakat. (hms/ute)
