Ia menambahkan seluruh satker sudah melaksanakan layanan prioritas secara elektronik yang dapat dimonitoring dan evaluasi pada dashboard KKP secara realtime.
“Perlu kami sampaikan bahwa ada beberapa inovasi layanan pertanahan milik Kantor Pertanahan Kota Tidore yang diantaranya Inovasi Kecekin yang merupakan layanan untuk masyarakat umum dan pelaku usaha untuk mendapatkan informasi tentang rencana tata ruang dan atau rencana detail tata ruang suatu wilayah atau lokasi sekaligus mengantisipasi permohonan yang berlokasi di Kawasan hutan,” ungkapnya.
Lalu Harisandi menambahkan, ada juga inovasi Baper (Baronda dan Bacarita Pertanahan) yang merupakan inovasi layanan untuk mendatangi kantor desa atau kelurahan untuk berdialog langsung (bacarita) bertujuan untuk menurunkan jumlah pengaduan masyarakat.
Usai mengikuti reses tersebut, Wakil Wali Kota Tidore Kepulauan Ahmad Laiman mengatakan, reses ini merupakan sebuah forum yang sangat luar biasa, untuk mengambil inisiatif yang baik dalam persoalan-persoalan kepemilikan lahan dan sebagainya di daerah
“Melalui forum ini, kita dapat berkoordinasi dengan gugus tugas di daerah, untuk memastikan seluruh reforma agraria itu bisa berjalan sesuai prosedur dan regulasi di daerah dengan baik, dan alhamdulilah Kota Tidore termasuk sangat inovatif dalam melakukan ini, karena ada beberapa hal yang dilakukan oleh kantor Pertanahan Kota Tidore Kepulauan, semacam jemput bola dalam inovasi tertentu untuk mempercepat adanya reforma agraria,” ungkapnya. (hms)
