Senada dengan Ikram, Kepala Dinas Pendidikan Halteng Ridwan Salidin mengatakan, alasan pihaknya menyelenggarakan program ini dikarenakan matematika selalu menjadi hal menakutkan bagi siswa-siswi. “ Alasan kami melakukan ini dalam rangka meningkatkan pengetahuan guru dan siswa terutama dalam hal numerasi. Juga agar anak-anak tidak lagi takut pada matematika,” ucapnya.
Selain untuk siswa Sekolah Dasar, pelatihan ini juga diikuti oleh para guru. Maria, guru SD Inpres Goeng yang menjadi peserta program ini mengaku metode ini sangat luar biasa. Kendati ia bukan guru matematika, Maria menganggap dengan metode ini sangat berguna baginya. “Awalnya torang menghitung masih lambat, sekarang sudah sangat cepat,” akunya.
Antusiasme peserta dalam mengikuti program ini sangat tinggi. Pada tahap pertama program ini diikuti oleh 30 guru dan 90 siswa. Angka tersebut meningkat pada tahap kedua yakni sebanyak 60 guru dan 120 siswa. Soal dukungan PT WBN, Kadiknas Halteng mengaku bersyukur program ini bisa menjadi perhatian dari perusahaan. “ Saya sangat bersyukur sekali dengan dukungan dari WBN dan IWIP ini sehingga program ini bisa terlaksana dengan baik. Semoga ke depan dukungan seperti ini juga terus mengalir dari teman-teman di WBN dan IWIP,” ujarnya.
Manajer Eksternal IWIP, Mappalara Simatupang mengatakan, metode pembelajaran seperti ini efektif untuk meningkatkan kemampuan siswa dan guru dalam pelajaran matematika. Hal itulah yang menjadi alasan pihaknya memberikan dukungan. “Apapun yang bermanfaat bagi masyarakat, terlebih untuk meningkatkan kemampuan generasi muda, Insya Allah akan kami support. Mimpi kami, dalam beberapa tahun ke depan, dari Maluku Utara khususnya Halmahera Tengah, tercipta generasi yang unggul dan menjadi bagian dari kemajuan Indonesia,” singkatnya.
Pewarta : Amiruddin
Editor : Mahmud Daya
