TERNATE — Yayasan Pendidikan Katolik Keuskupan Amboina Santa Theresia Perwakilan Maluku Utara sukses menggelar acara Puncak Festival Bulan Bahasa yang dirangkaikan dengan peringatan Hari Sumpah Pemuda Tahun 2026 di SD Katolik Santa Theresia Kota Ternate, pada Rabu (28/10/2026).
Wali Kota Ternate M. Tauhid Soleman hadir dan memberikan sambutan hangat dalam acara tersebut. Dalam sambutannya, Wali Kota menyampaikan apresiasi dan penghargaan yang tinggi kepada pihak yayasan beserta seluruh jajaran atas inisiatif dan penyelenggaraan kegiatan bernilai positif ini.
Wali Kota Ternate mengingatkan kembali bahwa rangkaian Festival Bulan Bahasa ini sebelumnya telah resmi dibuka pada 3 Oktober 2026.
Menurutnya, festival ini bukan sekadar ajang unjuk kemampuan atau kompetisi semata, melainkan sarana berharga untuk menumbuhkan kecintaan terhadap bahasa, mengasah kreativitas, serta membentuk karakter generasi muda.
“Festival Bulan Bahasa memiliki makna penting dalam mengingatkan kita akan kedudukan Bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan dan identitas bangsa. Bahasa bukan sekadar alat komunikasi, tetapi juga sarana menyampaikan gagasan, membangun pengetahuan, mempererat persaudaraan, dan menjaga persatuan di tengah keberagaman,” tegas Wali Kota.
Selain penguatan Bahasa Indonesia, Wali Kota juga menekankan pentingnya menjaga bahasa daerah sebagai bagian dari kekayaan budaya dan identitas masyarakat Ternate. Pelestarian bahasa lokal menjadi upaya merawat warisan sejarah sekaligus memperkuat jati diri daerah.
Momentum festival ini dinilai semakin bermakna karena bertepatan dengan Peringatan Hari Sumpah Pemuda tanggal 28 Oktober. Wali Kota mengajak seluruh anak muda di Kota Ternate untuk mewarisi dan mengaktualisasikan nilai-nilai sejarah Sumpah Pemuda 1928.
“Kita ingin anak-anak muda yang tidak hanya unggul dalam ilmu pengetahuan dan teknologi, tetapi juga memiliki karakter, rasa tanggung jawab, semangat persaudaraan, serta kecintaan terhadap bangsa dan daerah,” ujat Wali Kota.
Di era pesatnya perkembangan teknologi dan media sosial, Wali Kota menggarisbawahi pentingnya budaya literasi. Literasi yang kuat akan membantu generasi muda dalam memilah informasi secara bijak, berpikir kritis, serta berkomunikasi secara santun dan bertanggung jawab.
Menutup sambutannya, Wali Kota memberikan pesan khusus kepada para siswa yang berpartisipasi dalam festival. Ia mengingatkan bahwa menang atau kalah bukanlah tujuan utama.
“Yang lebih penting adalah keberanian untuk mencoba, kedisiplinan dalam berproses, sportivitas, serta kemauan untuk terus memperbaiki diri. Mari kita buktikan bahwa semangat Sumpah Pemuda tetap hidup melalui tindakan nyata, prestasi, dan kontribusi bagi masyarakat,” pungkasnya.*
Editor : Hasim Ilyas
