Yusril menyatakan kalau uang pengembalian itu bersumber dari keluarganya. Hal tersebut tentu sulit dipercaya karena uang itu berhasil dikumpulkan secara tiba-tiba. Sebagaimana apa yang disampaikan oleh salah satu anggota majelis hakim.
“Tidak mungkin dalam waktu singkat ini tiga saudara kamu yang pegawai itu bisa membantu kembalikan kerugian negara senilai Rp1,6 miliar lebih itu,” tegas anggota majelis hakim, Edy Syafran.
Ia menegaskan, meskipun adanya pengembalian kerugian negara, tetapi bukan berarti menghapus pidana terhadap Muhammad Yusril maupun pihak lain. Kata dia, di sini bukan orang bodoh yang bisa dibodoh-bodohi semua.
“Saya melihat kejujuran terdakwa itu ketika duduk bersampingan dengan pengacara. Tetapi berbeda ketika duduk berhadapan dengan kami. Saya mau tanya, saudara dipaksa, ditekan, atau ditodong senjata pada saat pemeriksaan oleh jaksa,” ujarnya.
Mendengar pertanyaan itu, terdakwa Muhammad Yusril lantas mengaku kalau dirinya tidak dipaksa, tidak ditekan, dan tidak ditodong senjata pada saat dilakukan pemeriksaan.
