Notice: Function register_uninstall_hook was called incorrectly. Only a static class method or function can be used in an uninstall hook. Please see Debugging in WordPress for more information. (This message was added in version 3.1.0.) in /home/fajarmal/public_html/wp-includes/functions.php on line 6131
Zakat Baznas Diduga Beraroma Politik - FajarMalut.com

Zakat Baznas Diduga Beraroma Politik

Warga Kelurahan kalumata pertanyakan bantuan zakat Baznas melalui masjid

TERNATE Bantuan Zakat, berupa sembako dari Baznas Kota Ternate yang dicurigai mempunyai kepentingan Pasangan calon (paslon) tertentu, membuat sejumlah warga di Kelurahan Kalumata, Ternate Selatan, cekcok dengan pihak Baznas. 

Peristiwa ini terjadi sekitar pada Senin (01/12/2020) pukul 00:30 WIT. Puluhan warga di lingkungan RT 09 RW 04 ketika mengetahui hal itu, beramai-ramai mendatangi Masjid Hubbudin dan memprotes sejumlah sembako yang sudah tersusun rapi di dalam masjid tersebut. Warga yang datang itu mencurigai sembako ini erat kaitannya dengan paslon tertentu dalam Pilwako 2020 di Kota Ternate, atau bagian dari praktek politik uang. 

Jabir Hoda, ketua RT yang datang bersama puluhan warga tersebut mengatakan, tidak mengetahui adanya pembagian zakat di lingkungannya, dia kemudian mempertanyakan jika memang ini zakat, kenapa warganya belum mendapatkan kuponnya.

“Kalaupun ini dari Baznas, kenapa tidak didistribusikan siang hari, karena ini lagi momentum Pilkada secara otomatis pemikiran orang akan merujuk ke paslon tertentu, pembagian zakat ini karena prosesnya tak begitu transparan. Bahkan tidak ada koordinasi Baznas ke ketua RT,” Kata dia. 

Sementara Kepala Pelaksana Bidang Pengumpulan dan Pendistribusian zakat Baznas Kota Ternate Ade Mustafa, di hadapan warga menjelaskan, zakat ini akan dibagikan ke fakir miskin. namun Baznas tidak berkoordinasi dengan Lurah setempat, akan tetapi langsung dengan pengurus masjid yang dilayangkan surat pada Jumat 25 November 2020 lalu melalui imam masjid.

“Jadi kitorang (Baznas) menyangkut dengan fakir miskin, tong (kita) tidak dengan Lurah, langsung dengan masjid, karena yang bagi zakat itu masjid, dong (Pengurus masjid) yang tau siapa saja orang miskin itu,” terang Ade kepada warga.

Kata Ade, berbeda jika ada masyarakat yang meminta bantuan modal usaha ke Baznas Kota Ternate baru kemudian berhubungan dengan Kelurahan.

“Biasanya zakat seperti ini sebelumnya tidak ditampung di satu tempat, akan tetapi sambil jalan menggunakan kendaraan Baznas dan langsung dibagi-bagi. Kali ini jumlahnya mencapai 2000, sangat tidak mungkin jika modelnya sama seperti itu,” Sambung Ade. 

cara ini, kata Ade karena situasi pandemi Covid-19 dan memikirkan dampaknya, sehingga menghindari kerumunan maka diberikan secara langsung saja, bahkan para tukang ojek pun dibagi saat itu.

Ade mengaku, pembantuan zakat ini tidak ada unsur politik praktis yang berkaitan dengan Pilwako 2020. “Silahkan besok pagi saat pembagian warga yang protes malam ini agar supaya datang dan menyaksikan proses pembagiannya,”  tegasnya.

Dikatakannya, setiap tahun Baznas mempunyai program pembagian zakat seperti ini ke orang yang kurang mampu. 2019 pembagiannya mencapai 1500, sedangkan pada tahun ini lebih banyak lagi karena dampak dari Covid-19, sehingga kuotanya yang dibagikan naik sampai 2000 paket sementara itu, di tempat terpisah, Panwaslu Kecamatan Ternate Selatan bakal mendalami penyaluran 600 paket sembako dari Baznas Kota Ternate kepada warga di enam Kelurahan, yakni Kelurahan Kalumata, Ngade, Fitu, Gambesi, Sasa, dan Jambula yang didistribusi melalui Masjid Hubbuddin, kelurahan Kalumata.

Ketua Panwaslu Kecamatan Ternate Selatan, Iskar Hukum menjelaskan, sekitar pukul 23.54 WIT, pihaknya mendapat informasi Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Ternate menyalurkan 600 paket sembako di Masjid Hubbudin di Kelurahan Kalumata, pada Selasa (1/12/2020).

Penyaluran ini 600 paket sembako pada tengah malam patut ditelusuri lebih dalam, jangan sampai ada praktik money politik dalam penyaluran sembako tersebut. Apalagi pada saat sembako tersebut tiba di Masjid Hubuddin, sempat terjadi adu mulut antara pengurus Baznas dengan warga setempat.

Dia menjelaskan, penyaluran 600 paket sembako itu menggunakan mobil pick up bernomor polisi DG 8386 K yang dikendari oleh Umar.

“Setelah kita dapat informasi, PPL kita sudah stay di lapangan, kemudian saya koordinasi dengan Kapolsek Ternate agar membackup, dalam prosesnya kami berhasil menanyakan kepada Umar, sopir mobil pick up. Menurut informasi dari Sopir, 600 paket sembako itu diambil dari salah satu rumah warga di Kelurahan Santiong, katanya dari Baznas Kota Ternate,” ucapnya.

Alasan sopir tersebut mengantar 600 paket sembako tengah malam karena hujan. “Jadi menurut sopir, mereka mau antar paket waktu maghrib, cuman karena hujan jadi mereka tunggu sampai hujan redah, sehingga mereka antar tengah malam,” jelas Iskar.

Pihaknya kata dia, akan mendalami penyaluran 600 paket sembako ini, apalagi penyaluran paket sembako itu dilakukan di waktu tengah malam. “Kita akan pantau terus, sebab sudah ada indikasi yang mengarah kepada money politik dan kita masih mengumpulkan bukti-bukti dan sampai terbukti kita akan tindaklanjuti,” ucapnya. (one/nas)

Berita Terkait