“Pembangunan yang saya lihat ini lebih orientasi ke proyek, sampai-sampai sekarang banyak bangunan yang sudah ditutupi semak, tempat kambing dan sebagainya. Apakah ini yang harus dilanjutkan ?. Ke depan yang saya lihat ini menjadi beban bagi pemerintahan berikutnya diantara kita yang terpilih. Karena ini bukan prestasi tapi beban. Beban kenapa karena membangun sesuatu yang tidak ada perencanaan asas manfaatnya,” cetus Rusli Sibua paslon nomor urut 03.
Namun, hal ini mampu ditepis Denny Garuda dengan santai. Bagi Denny bangunan yang sudah disediakan pemerintahan sebelumnya justru meringankan beban pemerintahan berikutnya.
“Misalnya BUMDes, kedepan kita tinggal memastikan mengelola potensi-potensi SDM kita. Karena semuanya butuh bertahap, ketika infrastrukturnya sudah siap, maka berikut kita dorong SDM-nya. Jadi kedepan kita akan mendorong kapasitas pengurus BUMDes sehingga semua bangunan ini dapat dimanfaatkan dengan baik,” papar Denny.
Dalam debat tersebut Denny-Qubais juga diserang dengan program air bersih gratis dari pemerintahan sebelumnya oleh paslon SB-JADI.
Selain itu, kaitan dengan tunjangan para anggota DPRD yang belum terbayar, maupun APBD yang di Perbup-kan juga sempat disentil paslon nomor urut 03 Rusli-Rio.
Jangan Ketinggalan Berita Fajar Malut di Channel WhatsApp.
(tekan disini untuk bergabung)
