TERNATE – Kegaduhan terkait dengan virus corona atau covid-19 melanda public Maluku Utara (Malut) sangat terasa setelah Presiden Jokowi baru-baru ini mengumukan beberapa WNI terpapar.
Gaduh dengan virus ini makin akut, menyusul salah satu warga Kepuluan Obi informasikan diduga terpapar, namun ternyata tidak demikian.
Dirut Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Chasan Boesorie dr. Syamsul Bahri saat dikonfirmasi Selasa (10/3) mengatakan, tidak semudah memvonis masyarakat, jika terpapar virus corona karena butuh proses penanganan medis yang berpengalaman secara intensif untuk membuktikan dugaan itu.
Menurutnya, untuk mendeteksi virus corona, maka harus diambil lendir, kepada yang bersangkutan.
Selanjutnya dilakkan uji tes lendir melalui laboraturium, kalaupun dinyatakan positif, maka akan dilakukan isolasi selama 14 hari sambil melihat perkembangan virus tersebut.
Kendati sejuah ini wilayah Indonesia timur dari Sulawesi, Manado, hingga Maluku Utara (Malut) belum ada laporan pesien secara resmi terpapar virus itu.
“Artinya di wilayah Malut saat ini belum ada indikasi pasien terkena virus corona, mudah-mudahan bebas dan aman terkendali,” harap dr. Syamsul kepada wartawan, Selasa (10/3) sambil menginstruksikan untuk pola hidup sehat harus diterapkan masyarakat Malut.
Meskipun antisipasi penyebaran virus ini perlu dilakukan, tidak boleh dibiarkan. Apabila ada temuan penderita maka langsung digeser ke ruang isolasi. Sebab RSUD Chasan Boesoerie sejuah ini sudah siap menangani setelah menjadi rumah sakit rujukan khusus penangan virus corona.
“Ada 2 ruang isloasi yang disiapkan di sertai 20 tenaga medis yang berpengalaman juga disiapkan, penanganan pasien corona tidak dikenakan biaya sama sekali,” ujar dr. Syamsul seraya menambahkan, efek mematikan virus corona sangat kecil jika dibandingkan dengan flu burung. Namun diketahui sudah cukup menyebar luas, sehingga menjadi perhatian. Apalagi WHO sudah mengeluarkan peringatan skala standar Internasional. Diketahui, hingga Selasa (10/3) pasien yang positif tertular virus Corona Covid-19 di wilayah Indonesia bertambah lagi. Kini ada 27 pasien positif virus Corona di wilayah Indonesia. “Demikian informasi pasien dari nomor 20 sampai 27,” kata Jubir Pemerintah untuk penanganan virus Corona, Achmad Yurianto kepada wartawan di Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (10/3). Sejumlah pasien tertular di luar negeri, lalu masuk ke wilayah RI. Namun ada juga tambahan pasien yang tertular di dalam negeri.
Sebelum pengumuman sore kemarin, sudah ada 19 pasien virus Corona di wilayah RI. Dua pasien di antaranya sudah dinyatakan negatif setelah menjalani perawatan dan isolasi, namun perlu pengetesan sekali lagi untuk dinyatakan sembuh.(dex)


Berikan Komentar pada "2 Ruang Isolasi dan 20 Tenaga Medis Disiapkan"