TERNATE – Pasangan calon nomor urut 3, M Hasan Bay dan M Asghar Saleh menyerukan masyarakat Kota Ternate tetap menjaga persatuan, keutuhan dan keharmonisan kehidupan sosial di musim kampanye jelang pemilihan calon Walikota dan calon Wakil Walikota, karena yang lebih penting dari politik adalah kemanusiaan dan persaudaraan.
“Kepada seluruh masyarakat Kota Ternate mari kita bersama-sama menjaga kesatuan, keutuhan dan keharmonisan kehidupan sosial di negeri ini. Walaupun di pemilihan walikota kita semua memiliki perbedaan pandangan dan pilihan politik, namun jangan sampai perbedaan itu menjurus pada permusuhan,” pinta calon Walikota nomor urut 3 Muhammad Hasan Bay, Selasa (24/11/2020).
Dia bahkan mengutip pendapat Abdurrahman Wahid untuk memotivasi warga. Muhammad Hasan Bay menekankan jika perbedaan pilihan politik cukup sampai di kerongkongan saja, jangan diteruskan sampai ke hati.
Sebab menurutnya, hal itu akan memantik dendam dan kebencian. Ia juga menuturkan kalau pemilihan kepala daerah hanyalah sementara, sedangkan persaudaraan itu selamanya.
“Kata mantan presiden Gus Dur, perbedaan cukup sampai di kerongkongan, jangan diteruskan turun ke hati. Itu bisa ciptakan dendam dan kebencian. Ingat Pilwako itu hanya sementara, tapi persaudaraan selamanya. Inilah yang mesti diingat dan dipahami,” jelasnya.
Menurut dia, kontestasi elektoral semestinya dimanfaatkan masyarakat bukan sekadar berpartisipasi, namun lebih dari itu adalah bagaimana membuka jalan bagi pemenuhan hak asasi manusia. Mala perbedaan politik harus dikelola agar demokrasi lokal bisa terwujud dengan baik.
“Kami MHB-GAS melihat perbedaan pilihan politik dalam Pilwako sudah menjadi hal lumrah. Perbedaan ini harus dikelola dengan baik. Sebab konsolidasi demokrasi menjadi prasyarat bagi penegakan hak asasi manusia. Artinya masyarakat mesti memanfaatkan sungguh-sungguh momentum pilkada tahun ini bukan cuma untuk berpartisipasi memilih semata, tetapi jalan pemenuhan Hak asasi,” katanya.
Dia menambahkan, jika tanggung jawab moral generasi muda Kota Ternate saat ini adalah menjaga, merawat dan membumikan nilai-nilai luhur yang telah diwariskan para pendahulu. Baginya, nilai luhur itulah yang menjadi fondasi masyarakat agar tidak mudah tercerabut dari jati dirinya.
Berpolitik itu jangan sampai merendahkan harkat martabat kemanusiaan seseorang. Ia menegaskan kalau hidup di negara Pancasila, maka sudah seharusnya masyarakat kembali ke filosofi nomor 3, yakni Persatuan Indonesia.
“Para pendahulu di Bumi Kie Raha ini telah mewariskan nilai-nilai luhur kepada generasinya. Maka tugas kita semua sekarang adalah menjaga, merawat dan membumikan itu agar nila-nilai luhur itu tetap lestari. Dalam Pilwako ini nilai-nilai itulah yang mesti menjadi pondasi utama kita, agar jati diri orang Ternate tidak tercerabut hanya karena perbedaan politik semata. Mari kita berpolitik tanpa merendahkan harkat martabat kemanusiaan seseorang,” tutupnya.(cr-02/**)
Jangan Ketinggalan Berita Fajar Malut di Channel WhatsApp.
(tekan disini untuk bergabung)

