Kepsek Libano di Morotai Terancam Dicopot

F Revi Dara,

DARUBA – Dugaan tindakan diskriminasi yang dilakukan Kepala Sekolah (Kepsek) SD Inpres Libano, Hermina Namotemo, kepada dua siswinya, hanya karena di latar belakangi masalah politik Pilkades, mendapat perhatian serius Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Pulau Morotai, F. Revi Dara.

Di depan awak media, Revi dengan tegas mengancam akan mencopot Kepsek yang bersangkutan bilamana terbukti bersalah.

Karena menurut Revi, pendidikan tidak bisa dicampur adukan dengan masalah politik. “Kalau memang benar ada Kepsek yang tidak kasih naik siswa lantaran perbedaan politik, maka dipastikan Kepsek tersebut akan saya copot,” ancam Revi saat ditemui kemarin.

Menurutnya keputusan kenaikan kelas dan kelulusan siswa ada di dewan guru. Sehingga terkait laporan masyarakat soal adanya siswa yang tidak naik kelas hanya karena dendam politik Kepsek terhadap orang tua siswa itu, akan segera ditindaklanjuti, dan dicari tahu kebenarannya.

Revi yang saat ini menjabat sebagai Plt Sekda Morotai, juga menekankan akan mencari tahu informasi lebih detail.

“Nanti akan saya cek lagi informasi ini lebih rinci sehingga tepat dalam mengambil keputusan,” katanya. Diakuinya hal tersebut tidak bisa dibiarkan, Sebab tindakan seperti itu sudah melanggar kode etik guru.

“Kita semua tahu bahwa tugas utama guru yaitu mencerdaskan anak bangsa. Bukan malah mengancam dan lain sebagainya,” kesal Revi.

Revi juga menegaskan, dunia pendidikan tidak boleh dicampur adukan dengan masalah politik, suku, ras, maupun agama. Sebab, tujuan pendidikan yaitu memanusiakan manusia.

Dengan begitu, dia juga menghimbau kepada seluruh Kepsek yang ada di Pulau Morotai agar mengelola pendidikan dengan baik dan harus memberikan penilaian secara objektif.

“Penilaian itu hak guru, tapi harus objektif, kalau siswa memiliki kemampuan pendidikan yang baik, maka harus diberi nilai yang baik,” cetusnya.

Salah satu contoh yakni soal kenaikan kelas. Menurutnya kalau ada yang dianggap belum mampu untuk naik kelas, maka harus ada pembinaan dari guru kepada siswa tersebut. Sehingga dia bisa memiliki kemampuan pendidikan yang baik.

“Kalau ada siswa yang belum mampu naik kelas, harus dibina, sampai siswa itu mampu, bukan diperlakukan seperti itu,” geram Revi. (fay)  

Berita Terkait