“Sehingga terkesan desa hanya terfokus pada anggaran DD dan ADD saja,” jelasnya. Desa belum mampu menghasilkan pendapatan Asli Desa dari berbagai potensi sumberdaya yang dimiliki. Semangat undang-undang desa untuk menjadikan desa maju mandiri dan sejahtera masih sangat jauh dari harapan. “Sehingga kegiatan fasilitasi ini diharapkan perencanaan desa dapat mengacu pada fakta yang berbasis data yang dimiliki desa,” ujarnya.
Misalnya lanjut Subhan data penduduk miskin yang benar-benar miskin, data nelayan yang benar-benar nelayan dan juga data petani yang benar-benar bertani. “Tujuannya agar tidak terkesan menghamburkan uang tanpa tujuan yang jelas,” tegasnya.
Kegiatan yang berlangsung 2 hari itu dilanjutkan dengan kunjungan ke beberapa desa terdekat untuk melihat secara langsung kegiatan pembangunan yang sedang dilaksanakan desa. (udy)
Jangan Ketinggalan Berita Fajar Malut di Channel WhatsApp.
(tekan disini untuk bergabung)
