- Paripurna Hajat Berlangsung Khidmat dan Meriah
TERNATE – Dalam rangka memperingati Hari Jadi Ternate ke 773 yang jatuh pada 29 Desember 2023, DPRD Kota Ternate menggelar rapat paripurna, dimana paripurna ke 23 masa sidang III tahun sidang 2023 tersebut dipusatkan diruang paripurna DPRD dipimpin langsung Wakil Ketua I Heny Sutan Muda dan didampingi Ketua DPRD Muhajirin Bailussy dan Wakil Ketua II Arifin Djafar. Paripurna ini juga dihadiri Wali Kota Ternate M. Tauhid Soleman, Ketua TP-PKK Kota Ternate Marliza Marsaoly, 27 anggota DPRD Kota Ternate, Forkopimda, pimpinan OPD, Perbankan, Perguruan Tinggi, para lurah dan Camat.
Suarana paripurna kali ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya karena berlangsung dengan khidmad dan meriah, sebab sebelum paripurna dibuka diawali dengan tarian pembuka, yang kemudian dilanjutkan dengan pembacaan sejarah rumusan hasil seminar tentang lahirnya Ternate oleh Sekretaris DPRD Kota Ternate Aldhy Ali menggunakan bahasa Ternate, diakhir paripurna para tamu yang hadir dihibur artis Alan Darmawan.

Sekretaris DPRD Aldhy Ali saat membaca rumusan hasil seminar tentang lahirnya Ternate menggunakan bahasa daerah Ternate mengatakan, lembaran sejarah Ternate kembali terukir, ketika tanggal 8 sampai 29 Juli 2003 dilaksanakan sebuah seminar tentang Hari Lahirnya Ternate yang menampilkan delapan orang pemakalah masing-masing Prof. DR. RZ Leirissa dari Universitas Indonesia, Prof. DR. A.B Lapian dari Universitas Indonesia, Drs. H. Mudaffar, SmHK, Sjah Sultan Ternate, Prof. DR. H.M. Saleh Putuhena dari IAIN Alaudin Makasar, H. M. Adnan Amal, SH dari Universitas Khairun Ternate, Drs. H.M. Yusup Abdulrahman dari Universitas Khairun Ternate, Drs. J. W. Siokona dari Pemkot Ternate dan Dra. Irza Arnita Djafaar, M.Hum dari Universitas Khairun Ternate.
Kata Aldhy, seminar dihadiri oleh 148 peserta dari berbagai kalangan seperti tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh adat, instansi Pemerintah, politisi, kalangan pers, akademisi dan LSM. Setelah pembahasan mendalam atas usul-usul yang dikemukakan oleh para pemakalah tersebut, dengan mendasarkan diri pada argumentasi yang rasional, kritik dan penafsiran sejarah serta pertimbangan nilai moral, maka disepakati untuk menetapkan hari lahir Ternate pada tanggal 29 bulan Desember tahun 1250.

Pilihan atas tanggal 29 Desember lanjut Aldhy, karena pada hari tersebut merupakan hari Kemenangan Sultan Babullah dan pasukannya atas Portugis yang ditandai dengan diusirnya dari Benteng Gamlamo. Peristiwa ini dicatat sejarah sebagai tonggak kebangkitan semangat Patriotisme dan identitas diri masyarakat Ternate.
Sementara, pilihan atas tahun 1250 sebagai tahun lahirnya Ternate pada tahun ini awal dari proses menuju berdirinya Kota Sampalo se bagai Ibu Kota Ternate tempo dulu. Berdirinya Sampalo didahului dengan migrasinya peradaban masyarakat Ternate dari Kawasan Tobona dengan Momole Guna ke lereng Foramadiahi dengan Momole Matiti hingga kemudian mendirikan Kota Sampalo yang dipimpin Momole Chicho.
Berdasarkan hasil rumusan tersebut menurutnya Aldhy, maka Pemerintah Kota Ternate bersama Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kota Ternate pada tanggal 10 Maret 2004, telah menetapkan Peraturan Daerah Kota Ternate Nomor 02 Tahun 2004 tentang Hari Jadi Ternate yang diundangkan dalam Lembaran Daerah Kota Ternate Tahun 2004, Nomor 2 Seri E.*
Editor : Hasim Ilyas
Jangan Ketinggalan Berita Fajar Malut di Channel WhatsApp.
(tekan disini untuk bergabung)

