Sedangkan Wakil Bupati Kabupaten Halmahera Utara, Kasman Hi. Ahmad memberikan apresiasi kepada dua warga Mamuya yakni Rustamani Juanga dan Kiril Tatambane yang pertama kali menemukan jasad korban erupsi Gunung Dukono, Angel, di kawasan puncak Gunung, pada Sabtu 9 Mei 2026 kemarin. “Keduanya adalah pahlawan. Di tengah kondisi alam yang sangat berbahaya dan cuaca yang tidak memungkinkan, mereka tetap berani menerobos hingga ke dekat kawah,” ujar Kasman, Minggu 10 Mei 2026.
Pemerintah Daerah Halmahera Utara menilai keberanian keduanya sangat membantu proses pencarian korban yang berlangsung dalam situasi ekstrem. “ Mereka layak diberikan penghargaan karena memiliki keberanian luar biasa untuk menembus cuaca ekstrem di lokasi pencarian,” ucapnya.
Selain kepada warga, Wabup juga menyampaikan apresiasi kepada Tim SAR gabungan yang telah bekerja tanpa henti selama proses pencarian korban erupsi Gunung Dukono. “Kepada seluruh Tim SAR gabungan, saya mengucapkan banyak terima kasih karena telah membantu Pemerintah Daerah Halmahera Utara dalam proses pencarian korban. Saya sangat mengapresiasi perjuangan kalian semua selama tiga hari terakhir ini,” katanya.
Gunung Dukono ternyata sudah ditutup sejak April 2026, Kebijakan penutupan total pendakian Gunung Dukono ditetapkan lewat surat keputusan nomor 556/061 yang diterbitkan pada tanggal 17 April 2026. Surat tersebut diterbitkan Pemkab Halmahera Utara melalui Dinas Pariwisata.
