DARUBA – Sebanyak 37 orang pekerja jembatan asal Jailolo Kabupaten Halmahera Barat (Halbar) dijemput tim Satgas Covid-19 Kabupaten Pulau Morotai dari tempat kerjanya, setelah mereka diketahui masuk ke Morotai secara diam-diam. Para pekerja ini dijemput, Senin (13/4) pagi, oleh Satpol PP untuk dibawa kembali ke Kota Daruba.
Informasi yang dihimpun Fajar Malut menyebutkan, 37 pekerja asal Jailolo ini masuk ke Morotai menggunakan Speed Boad yang di carter dari Tobelo, Halmahera Utara sekitar pukul 02.00 WIT dan tiba di Morotai pukul 05.00 WIT, Senin pagi tadi.
Untuk mengelabui petugas mereka diturunkan di tanjung Dehegila. Namun setelah diketahui petugas, para perkerja ini langsung dijemput, dan kini telah menjalani karantina di Hotal dan Penginapan yang telah disediakan oleh Pemda Morotai.
“Jadi saat speed boat kaseh turun dong 37 orang itu di tanjung Dehegila, so langsung ada mobil yang jemput, jadi pagi itu dong langsung menuju Cio,” cerita salah satu petugas Satgas kepada wartawan. Ditempat terpisah, Kepala Bidang Trantip Satpol PP Pulau Morotai, Luter Djaguna, yang juga masuk dalam Tim Satgas Covid-19 Pulau Morotai, saat dikonfirmasi, membenarkan jika ada 37 orang asal Jailolo yang mencoba kelabui petugas untuk menghindar dari proses karantina. Mereka sudah diamankan akan menjalani karantina selama 7-14 hari sesuai protokol yang ditetapkan.
Ia lantas mewanti-wanti, jika mereka kabur dari proses karantina maka sangsinya adalah pidana. “Akan diperketat dan kalau yang kabur dan atau menghindari proses karantina Kesehatan maka sesuai UU no 6 tahun 2018 tentang karantina kesehatan pasal 93, dapat dipidana,” tegasnya. (fay)


Berikan Komentar pada "37 Warga Jailolo Dijemput Satgas Covid-19 Morotai"