5 Warga Kepsul Terlantar di Taliabu

Ilustrasi

BOBONG – Kebijakan Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sula (Kepsul), dalam memperpanjang masa isolasi wilayah dengan membatasi akses pelabuhan hingga 7 April mendatang nampaknya berdampak terhadap warganya sendiri. Terbukti, sebanyak 5 warga Kabupaten Kepulauan Sula, baru tiba dari  Kendari, Sulawesi Tenggara, Senin (29/3) lalu dengan KM. Sabuk Nusatara (57) tujuan pelabuhan Bobong, Falabisahaya dan Sanana terlantar di Bobong, Kecamatan Taliabu Barat, Kabupaten Pulau Taliabu.

Kelima warga ini tidak mendapat tumpangan untuk pulang ke kampung halaman mereka. Adalah Sadia Usia (47) dan Jubaida Soamole (24) warga Desa Soamole, Kecamatan Sulabesi Tengah, serta Nurdiana Teapon (19) warga Desa Waihama, Kecamatan Sanana. KM. Sabuk Nusantara yang bertujuan pelabuhan Falabisahaya dan Sanana akhirnya dibatalkan karena semua pelubahun laut di wilayah ditutup.

Kelima orang warga tersebut terpaksa harus turun di Desa Bobong, karena tidak ada perhubungan laut. “Kita dari Makassar dengan anak perempuan saya dan dua cucu ke Sanana karena suami saya sakit. Sampai di Bobong, ini katanya kapal tidak masuk Sanana karena pelabuhan di sana (Sanana) ditutup sementara,” kata Sadia, warga Desa Soamole, ketika dikonfirmasi.

Dua orang anak itu di antaranya, 1 usia 5 bulan dan empat tahun. Ia  mengaku bingung dengan keadaan ini lantaran  tidak bisa berangkat menuju Sanana sementara suaminya lagi sakit parah. “Saya ini pulang karena suami saya sakit parah,” ucapnya bernada  sedih. Sementara Nurdiana Teapon (19) mengatakan, dirinya adalah salah satu mahasiswa di Kendari. Ia mengaku, untung saja sejak tiba di Bobong, bersama ibu Sadia usia, Jubaida Soamole dan kedua anaknya telah inapkan oleh tim Satgas Covid-19 di penginapan Tiger Kota Bobong. “Kami diberikan tempat ini dari kemarin sampai di Bobong,” jelasnya.

Ketua harian Satgas Covid-19 Kabupaten Pulau Taliabu, Sutomo Teapon kepada awak media mengatakan, Satgas Covid-19 Pulau Taliabu telah mengamankan 5 orang warga Kepsul yang datang dari Kendari dengan KM. Sabuk Nusantara (57). “Kami sudah amankan dorang di Penginapan Tiger. Makan-minum mereka juga sudah diamankan,” akuinya.

Meski demikian, ia mengaku tak bisa berbuat banyak karena sementara ini  Pemkab Sula telah memberlakukan karantina wilayah sehingga kelima orang warga tidak bisa ke Sanana. “Pelabuhan samua tutup jadi kapal tidak bisa masuk. Kami juga pusing karena suami mereka sakit parah,” ucapnya. Kelima berharap, Pemkab Sula dapat mempertimbangkan kebijakan pembatasan jalur transportasi bagi mereka. (bro)

Berikan Komentar pada "5 Warga Kepsul Terlantar di Taliabu"

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*