Notice: Function register_uninstall_hook was called incorrectly. Only a static class method or function can be used in an uninstall hook. Please see Debugging in WordPress for more information. (This message was added in version 3.1.0.) in /home/fajarmal/public_html/wp-includes/functions.php on line 6131
Camat “Peras” Pemilik Toko Dipertanyakan - FajarMalut.com

Camat “Peras” Pemilik Toko Dipertanyakan

TERNATE – Pungutan yang dilakukan oleh Kecamatan Ternate Tengah kepada para pemilik toko di kelurahan Gamalama, untuk mendukung peserta mereka di lomba MTQ tingkat Kota Ternate, mendapat sorotan dari Komisi I DPRD Kota Ternate. DPRD mempertanyakan pungutan tersebut, sebab saat anggaran yang diusulkan pihak Kecamatan itu, sudah melalui perencanaan yang dilakukan.

Wakil Ketua Komisi I DPRD Kota Ternate Zaenul Rahman mengatakan, anggaran yang sudah dikucurkan Pemkot Ternate melalui APBD itu, berdasarkan pada usulan dari masing-masing kecamatan, mestinya alokasi anggaran itu sudah bisa mencover semua kebutuhan.” Kalau ada permintaan ke pihak lain dan yang bersangkutan merasa keberatan dengan permintaan itu, mestinya menjadi bahan evaluasi bagi pihak kecamatan,” katanya, Kamis (30/1).

Menurut Zaenul, hajatan tersebut sangat mulia dan Pemda sudah mengalokasikan anggarannya, mestinya alokasi anggaran tersebut dapat dikelola secara baik dan seefisien mungkin untuk memenuhi semua kebutuhan.” Kalau ada partisipasi dari pihak lain sepanjang itu bisa dipertanggungjawabkan sah-sah saja, tetapi jangan membebani warga atau pihak yang merasa ada beban, kita tidak menghendaki yang semacam itu, jadi kami minta semua pihak untuk dapat memanfaatkan secara efisien anggaran yang dikucurkan oleh pemerintah daerah,” ungkapnya.

Dia berharap, jika ada kebijakan di luar anggaran itu, jangan membebani masyarakat apalagi sampai ada komplain, yang nantinya tidak sesuai dengan hajatan yang diketahui bersama. Dia bahkan mempertanyakan target juara umum dengan anggaran. “Korelasi antara juara dengan anggaran dimana ya ? Kalau alasan mempertahankan juara, maka saya pertanyakan korelasinya, karena seolah-olah kecamatan yang selama ini tidak juara itu karena tidak punya dana atau anggaran yang cukup, kalau model seperti itu kan sayang,” tandasnya.

Dikatakannya, pembinaan sangat diharapkan, namun jangan sampai karena anggaran kemudian berpengaruh pada hasil akhir yang nantinya tidak bagus. “Ini bukan sepak bola atau kegiatan yang pembinaan butuh pelatnas, kan tidak ada,” ungkapnya.

Lanjutnya, jika kemudian alokasi anggarannya kurang, itu akibat dari perencanaan yang keliru ataupun penggunaannya tidak efisien. “ Tapi kita berharap semua hajatan MTQ bisa berjalan sukses tanpa ada pihak lain yang merasa terbebani, karena ini hajatan mulia, jadi jangan dirusak dengan hal-hal yang tidak signifikan, apalagi berkaitan dengan tiket peserta. Kenapa tidak buat pembinaan ke sudara-sudara kita yang ada di masing-masing kecamatan,” tegas dia.(cim)

Berita Terkait

Berikan Komentar pada "Camat “Peras” Pemilik Toko Dipertanyakan"

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*