Notice: Function register_uninstall_hook was called incorrectly. Only a static class method or function can be used in an uninstall hook. Please see Debugging in WordPress for more information. (This message was added in version 3.1.0.) in /home/fajarmal/public_html/wp-includes/functions.php on line 6131
Kepastian Jokowi Resmikan Masjid Raya Sofifi Belum Jelas - FajarMalut.com

Kepastian Jokowi Resmikan Masjid Raya Sofifi Belum Jelas

Masjid Raya Sofifi

SOFIFI – Agenda Presiden Jokowi Widodo untuk datang meresmikan Masjid Raya Sofifi belum dipastikan. Lantaran kedatangan Presiden hingga sejauh ini belum mendapat informasi belasan ke Pemerintah Provinsi (Pemprov) Maluku Utara (Malut).

Kepala Biro Adminstrasi Pimpinan Rahwan K Suamba mengaku, rencana persemikan Masjid Raya itu sudah dikoordinasikan melalui surat yang dikirimkan dari Gubernur Abdul Gani Kasuba ke Presiden beberap waktu lalu. Karena itu Pemprov Malut tinggal mempersiapkan diri  terkait kedatangan presiden nanti.

“Tapi sampai sejuah ini belum ada informasi balik, hanya saja Presiden pernah menyatakan akan datang meresmikan Masjid Raya di Sofifi,” kata Rahwan saat dikonfirmasi, Rabu (6/10/21). Menurut dia, jadwal kedatangan Presiden itu nanti dilihat dari pergerakan Presiden pada ivent penutupan PON XX Papua,  15 Oktobter. Sementara pembukaan STQ Nasional itu pada tanggal 16 Oktober 2021.

“Jadi kita berharap adanya rangkian kegaiatan di tanah papua itu selanjutnaya persiden bergeser ke Maluku Utara agar bisa meresmikan masjid raya Sofifi,” ujar Rahwan.

Sebelumnya Ketua Panitia Daerah (Ketupat) STQ Nasional ke-XXVI, Salmin Janidi menyatakan panitia STQ tingkat daerah sangat siap menyambut kedatangan kepala negara ke Malut dalam rangka kegiatan STQ. “Datang ataupun tidak, tentu kami tidak bisa jangkau, yang pasti kita panitia daerah tugasnya hanya menyiapkan segala kebutuhan menciptakan situasi kondusif di daerah dengan membangun komunikasi dengan semua pihak,” kata Salmin.

Dia menambahkan, terkait pembukaan STQ, pihaknya mengembalikan ke panitia Nasional Kementerian Agama Republik Indonesia. “Kalau pembukaannya kita kembalikan ke panitia Nasional, baik Presiden, Wakil Presiden maupun siapapun yang di delegasikan untuk membuka kegiatan, yang pasti kita sudah sangat siap,” tandasnya. (dex)

Berita Terkait