TIDORE – Menteri Perdagangan (Mendag) Republik Indonesia, yang juga selaku Ketua Panitia Pusat Sail Tidore 2022, Zulkifli Hasan menyebutkan Republik Indonesia memiliki hutang kepada Tidore.
Pasalnya, Tidore memiliki peran yang besar terhadap keutuhan Indonesia, karena menyatukan Papua Barat menjadi bagian dari Republik Indonesia.

Hal itu diungkapkan Zulkifli Hasan, di hadapan Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Panjaitan, Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian, KSAL, Laksamana TNI Yudo Margono dan ribuan tamu undangan.
Zulkifli juga mengatakan, Tidore merupakan kota bersejarah dengan kisah perjuangan yang luar biasa. Dahulu, Tidore adalah wilayah paling timur di Indonesia yang berjuang dibawa komando Sultan Zainal Abidin Sjah, yang membentuk penyatuan Irian Barat menjadi bagian dari Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Ketua umum Partai Amanat Nasional (PAN) itu menambahkan, Tidore juga dikenal sebagai jalur rempah Indonesia sejak abad ke-16, yang menyebarkan kejayaan Indonesia di zaman Sultan Nuku dalam perdagangan global dunia.

“Baru-baru ini, saya ketemu Menteri Industri dan Investasi Afrika Selatan, ternyata, menteri itu putra keturunan Tidore. Rupanya, dari silsilahnya, moyang mereka dulu di abad ke-16 itu dibuang oleh Belanda ke Afrika Selatan,” ungkap Zulkifli Hasan.
Bagi Zulkifli, sudah sepatutnya, gempita Sail yang dilakukan di Tidore, harus mendorong percepatan pembangunan ekonomi serta mempromosikan potensi Tidore kepada investor dan wisatawan dunia. “Republik ini berhutang kepada Tidore,” tegas Zulkifli Hasan.
Menurutnya, Sail Tidore merupakan salah satu upaya menjaga perekonomian Indonesia bagian timur untuk tumbuh. Pelaksanaan Sail Tidore juga diharapkan, mendorong percepatan pembangunan di Tidore dan Maluku Utara, dan titik balik pemulihan ekonomi nasional pasca pandemi Covid-19 serta krisis global.
Kegiatan Sail Tidore 2022, kata Zulkifli Hasan merupakan hasil koordinasi dan kerjasama yang baik dari 32 kementerian dan lembaga termasuk BUMN dan pelaku usaha lainnya.
Rangkaian Sail Tidore telah dilaksanakan sebelum 24 November 2022 yang mengangkat potensi wisata, seni, budaya. Tak hanya itu, berbagai program telah dilakukan diantaranya, perbaikan infrastruktur, pemberdayaan masyarakat dalam mendukung wisata, promosi produk, pelayanan kesehatan, perbaikan egatasi pohon agar akses lingkungan hidup menjadi lebih baik. “Acara puncak Sail Tidore dihadiri lebih kurang 1100 tamu undangan,” tutur Zulkifli.
Sebagai tuan rumah, Wali Kota Tidore Kepulauan Capt H. Ali Ibrahim dalam sambutannya mengatakan, Tidore, mendapat perhatian khusus karena adanya Sail Indonesia ke-12 di Tidore.

Ia berharap perhatian Pemerintah Pusat kepada Tidore, tidak berakhir sampai disini saja, namun Pasca Sail, Tidore dapat ditetapkan menjadi Kawasan Ekonomi Khusus, kiranya negara juga hadir untuk memberikan penghargaan secara khusus untuk Tidore, sebagaimana Papua yang mendapat perlakuan khusus dari negara.
“Kami berharap perhatian Pemerintah Pusat tidak berakhir seiring dengan berakhirnya rangkaian kegiatan Sail Tidore 2022, Tapi kami meminta, agar Sail Tidore menjadi titik star bagi pemerintah pusat untuk mulai membangun dan membuat bagus Tidore, membangun ekonomi dan mewujudkan cita-cita kesejahteraan masyarakat kami. Untuk itu, kami menyampaikan harapan dari seluruh rakyat Kota Tidore Kepulauan, agar pasca Sail, Tidore dapat ditetapkan menjadi Kawasan Ekonomi Khusus, sehingga kedepan menjadi salah satu pusat kebangkitan ekonomi di kawasan timur Indonesia,” harap Ali Ibrahim. (hms)
Jangan Ketinggalan Berita Fajar Malut di Channel WhatsApp.
(tekan disini untuk bergabung)

