WEDA – Penjabat Bupati Halteng Ikram Malan Sangadji bersama Kapolres Halteng AKBP Moh Zulfikar Iskandar dan Dandim 1512/Weda Letkol Arh. Ali Akbar bergerak cepat melakukan mediasi kepada pihak Ikatan Keluarga Maluku (IKM) dan Maluku Satu Rasa (M1R) yang berlangsung di ruang kerja Kapolres Halteng, Rabu (04/091/23).
Mediasi tersebut dilakukan terkait dengan isu yang berkembang bakal ada aksi balasan warga Maluku setelah salah korban pengeroyokan yang terjadi beberapa waktu lalu dikabarkan meninggal dunia.
Kabar tersebut tersebut menyebar di kalangan keluarga Maluku di Kabupaten Halteng. Terkait hal itu Kapolres Halteng, AKBP Moh Zulfikar Iskandar saat dikonfirmasi usai pertemuan dan mediasi menyampaikan bahwa korban yang meninggal dunia atas kejadian bentrokan di Lelilef beberapa waktu lalu itu sudah dilakukan mediasi.
Mediasi itu dihadiri langsung Pj Bupati Halteng Ikram Malan Sangadji (IMS), Kapolres Halteng AKBP Moh Zulfikar Iskandar, Dandim 1512/Weda, Letkol Arh. Ali Akbar dengan pengurus IKM Halteng dan M1R.
“Jadi ada isu yang beredar bahwa mereka mau sama-sama pulang kembali ke Ambon,” ucapnya. Pertemuan itu kami sampaikan jangan ada yang kembali ke Ambon, karena kalau ada yang kembali dengan alasan apapun itu bisa saja digoreng, dipolitisir jadi isu eksodus.
“Itu mereka sampai di sana (Ambon), nanti orang di sana akan menganggap orang Maluku Utara usir orang Maluku. Jadi akan ada aksi balasan, ini yang kami sampaikan saat mediasi itu,” jelas Zulfikar.
Dari mediasi itu sehingga Polres dan Kodim menyampaikan mau pulang buat apa, kerja saja seperti biasa. Dari pertemuan itu juga, kemudian permintaan dari IKM dan M1R agar segera ditindaklanjuti tentang para pelaku pengeroyokan.
“Dan saat ini memang kami sudah berjalan sangat cepat, baik dari pihak Lelilef Sawai maupun Ambon. Tersangka sudah kami lidik sampai sekarang,” katanya.
Jangan Ketinggalan Berita Fajar Malut di Channel WhatsApp.
(tekan disini untuk bergabung)

