Namun proses itu tidak seperti yang mereka inginkan, memang kami paham pihak korban menginginkan pelaku cepat diungkap, tapi proses lidik ini sedang berjalan jadi jangan pernah berfikir Polres lambat dan sebagainya. “Sebab dari hasil yang kami periksa mereka rata-rata bungkam,” jelasnya.
“Kalau mereka semua bungkam tentunya proses lidik sidiknya terlambat atau memperlambat proses lidik sidiknya,” akunya.
Jadi sekali lagi saya selaku Kasatwil di Halteng ini menghimbau kepada teman-teman semua, baik dari Ambon maupun Deri Sawai dan Woebulan untuk tenang dan cooling down, jangan buat riak-riak yang tidak ada manfaat bagi kita semua.
“Serahkan semua pada polisi, saya juga sudah minta backup pada Reskrim Polda Malut untuk backup penyidik disini,” tukasnya.
“Tapi perlu diketahui juga situasi tidak berkembang dan dari Polda Malut juga mengirim 1 SSK Brimob ke Halteng.
Sementara itu Dandim 1512/Weda Letkol Arh. Ali Akbar mengatakan, pasca situasi yang sekarang ini Kodim tetap membackup Polres Halteng apapun yang terjadi kita sama sama-sama di lapangan untuk menetralisir.
“Dari Kodim ada kekuatan satu 1 SST dan dari 732 1 Kompi,” katanya. Ali mengaku proses mediasi sudah dilaksanakan, untuk itu kami menghimbau supaya tidak ada isu-isu yang berkembang yang bisa membuat kesalahpahaman atau bisa membuat penerimaan dari kedua belah pihak lain mengartikannya.
“Dan tadi disampaikan juga dari Pemda sudah akan membantu korban dan santunan juga sudah dibicarakan,” tutup Dandim Weda. (udy)
Jangan Ketinggalan Berita Fajar Malut di Channel WhatsApp.
(tekan disini untuk bergabung)
