Tertib Sampah Masih Rendah, Siap-siap Dapat Sanksi Tegas

Bupati IMS

WEDA – Perilaku warga yang berdomisili di kawasan industri pertambangan, Lelilef Waibulan dan Lelilef Sawai, Kecamatan Weda Tengah untuk tertib sampah masih jauh panggang dari api.

Meski berbagai upaya dilakukan pemerintah agar masyarakat tertib membuang sampah pada tempatnya, belum membuahkan hasil. Pemandangan itu terjadi di beberapa lokasi tempat pembuangan sampah sementara (TPS) di Lelilef.

Kesadaran oknum warga membuang sampah di TPS tersebut tampaknya masih rendah. Padahal, upaya pemerintah menyadarkan warga agar tertib mengelola sampah telah disampaikan berulang kali. Bahkan, telah ada sosialisasi dan imbauan berulang kali namun masih tetap sampah semakin tak terkendali.

Ironisnya, perilaku dari oknum-oknum tertentu tak kunjung sadar membuang sampah pada tempatnya.

Warga yang notabene penghuni kos-kosan, pemilik rumah makan, pemilik kios, toko dan perbengkelan seakan-akan acuh atas himbauan Pemda Halteng terkait sampah. Tak itu saja warga seolah-olah buta. Padahal TPS yang disediakan tidak difungsikan melainkan seenaknya membuang sampah sesuka hati di pinggir jalan, akibatnya tumpukan sampah meluber di sepanjang ruas jalan dan menimbulkan bau yang sangat busuk.

Minimnya kesadaran masyarakat terkait sampah di sekitar kawasan industri pertambangan Lelilef dan sekitarnya tersebut diakui Penjabat Bupati Halteng Ir. Ikram Malan Sangadji (IMS). Dirinya mengaku problem sampah di wilayah Weda Tengah sulit dikendalikan.

Dikatakannya pengendalian yang telah dilakukan oleh pemda Halteng tidak dihargai oleh masyarakat khususnya pemilik kos-kosan dan penghuninya, pemilik usaha warung makan dan toko serta karyawan perusahaan tambang. “Kami telah menyediakan tempat penampungan sementara berupa kontainer sampah, dan sudah melarang membuang sampah di sepanjang jalan. Namun faktanya warga masih saja membuang sampah di pinggir jalan,” ketus Ikram.