Inovasi Pasar Murah Berdampak Positif Terhadap Warga Tidore

Kepala Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam, Nurlaila Yasin

TIDORE – Upaya menekan Inflasi di tengah-tengah kenaikan harga pangan. Kepala Bagian Ekonomi Sekretariat Daerah Kota Tidore Kepulauan, Nurlaela Yasin, sukses merancang dan menyelenggarakan sebuah inovasi bertajuk “kolaborasi tanpa batas” untuk menjaga stabilitas harga pangan.

Kolaborasi ini diselenggarakan dalam bentuk pasar murah, dengan melibatkan Bulog Maluku Utara, Bank Indonesia, Bank Maluku, BRI dan Telkomsel.

“Kegiatan ini masih bersifat mandiri, untuk stok barangnya terdiri dari beras SPHP 5 Kilo gram sebanyak 24 Ton, 3.900 liter minyak goreng, dan 3.900 Kilo Gula pasir,” ujarnya saat ditemui di kantor Walikota baru-baru ini.

Untuk sistem penjualannya, kata Nurlaela, dilakukan secara subsidi, sehingga biaya yang ditanggung warga, itu separuh dari harga pasar yang dijual. Dengan begitu, warga bisa menyimpan stok makanan apabila sewaktu-waktu terjadi kenaikan harga yang cukup tinggi.

“Penjualannya kami lakukan dalam bentuk paket, jadi tiga paket yang berisi beras 5 kilo, minyak goreng 1 kilo dan gula 1 kilo itu harganya senilai Rp. 92 Ribu,” tambahnya.